Breaking News
Time: 5:03

APBMI Jatim Diancam Gugat, Kody Siapkan Laporan Polisi

Thursday, 15 February 2018 00:10
Ketua DPW APBMI Jatim, Kody Lamahayu Fredy Ketua DPW APBMI Jatim, Kody Lamahayu Fredy

Toleransi Akhir Februari 2018

Surabaya, Expostnews.com – Sengketa dualisme Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (DPW APBMI) Jawa Timur, sepertinya semakin sulit dikendalikan. Pasalnya, DPW APBMI Jatim yang diketuai Kody Lamahayu Fredy telah menyiapkan gugatan dan laporan Polisi untuk DPW APBMI hasil Muswil III Surabaya.

“Tapi, kami masih memberi toleransi sampai akhir bulan ini,” ingat Kody Lamahayu Fredy, Ketua DPW APBMI Jatim dikonfirmasi, Rabu (14/2/2018).

Kody mengatakan, selain laporan Polisi, kubunya juga melancarkan gugatan ke kepengurusan DPW APBMI Jatim yang ditudingnya ilegal alias abal-abal tersebut. Menurutnya, DPW ABMI Jatim dibawah pimpinan Capt. Haryono yang menggantikan Capt. Suprijanto alias Capt. Pri itu telah bertindak ceroboh dengan menyalahi ketentuan dari keabsahan sebuah organisasi resmi yang berkekuatan hukum.

“Semoga saja, sisa waktu hingga akhir Februari ini bisa dijadikan penyadaran dan pertimbangan untuk menghentikan tindakan melawan hukum. Apabila tetap saja bersikukuh dan tidak mengindahkan aturan kepengurusan dalam keanggotaan APBMI Jatim yang sah, kami akan gugat dan laporkan masalah ini ke Polrestabes Surabaya serta Polda Jatim,” tandas Kody.

Tampaknya, ancaman Kody ini tidak main-main atau sekadar gertak sambal, melainkan sesuai fakta yang selama ini terjadi di tubuh APBMI Jatim. Dasar gugatan yang dilancarkan kubu Kody, beserta laporannya ke pihak berwajib, karena APBMI Jatim versi Capt. Haryono telah menggunakan logo resmi yang bukan haknya.

“Ada tiga poin yang harus diperhatikan. Selain penggunaan logo resmi yang mengatasnamakan APBMI Jatim, adalah pencemaran nama baik, serta penguasaan aset organisasi berupa kantor dengan tidak segera mengembalikan kepada kepengurusan yang sah,” cetus lelaki tinggi besar yang kini berambut hitam tersebut.

Kody yang dikenal ceplas-ceplos ini mengaku, meski surat penegasan bernomor : 008/DPP-APBMI/II/2018 yang dikirimkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APBMI sudah disebar, tindakan hukum tetap tidak bisa dicegah. Ia secepatnya melayangkan laporan dan mendaftarkan gugatan untuk kepengurusan APBMI Jatim hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) III Cabang IX akhir Januari 2018 lalu yang menetapkan aklamasi Capt. Haryono sebagai ketua.

“Saya sendiri sebenarnya tidak tega, karena mereka semua adalah teman-teman saya. Tapi, apa boleh buat jika toleransi yang kami berikan tidak direspon baik, secepatnya kami melaksanakan apa yang sudah menjadi keputusan,” ingat Kody.

Sebelumnya, polemik menduanya DPW APBMI Jatim kembali tersulut pasca pelaksanaan Muswil III Cabang IX DPW APBMI Jatim yang dihadiri Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jatim Wahid Wahyudi dan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Deddy Suhajadi di Garden Palace Surabaya, Selasa (30/1/2018) lalu. Puncaknya, secara aklamasi, Capt. Haryono terpilih sebagai Ketua DPW APBMI Jatim menggantikan pendahulunya, Capt. Suprijanto alias Capt. Pri.

Memandang kian tidak terkendalinya situasi akibat dualisme tersebut, DPP APBMI pun menerbitkan surat penegasan Nomor: 008/DPP-APBMI/II/2018 yang ditembuskan ke 18 instansi pemerintah/swasta, termasuk seluruh stakeholder di Pelabuhan Tanjung Perak. Dalam surat tertanggal, 5 Januari 2018 dan ditandatangani Ketua Umum DPP APBMI, Muhammad Fuadi dan Sekretaris Umum, Sahat Simatupang itu, tertera 3 butir penegasan yang satu di antaranya menyebut, Kody Lamahayu Fredy sebagai Ketua DPW APBMI Jatim yang sah. (ms/sa)

Rate this item
(1 Vote)
Read 115 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS