Breaking News
Time: 5:09

10 Ton Crude Oil ‘Tumpah’ di Utara Madura, Pencemaran Dilokalisir

Sunday, 08 April 2018 21:02
Penanggulangan minyak tumpah di laut Penanggulangan minyak tumpah di laut

Bangkalan, Expostnews.com – Minyak mentah sebanyak 10 ton dari terminal khusus (Tersus) Poleng milik PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) di lepas pantai utara Madura, ‘tumpah dan meluber’. Apabila ceceran 10 ribu liter Crude Oil ini tidak segera dilokalisir dan ditangani secara baik, ujungnya bisa berdampak pada pencemaran lautan.

“Selama dua hari, kami melokalisir luberan minyak dengan melibatkan personel, dan unsur yang berkepentingan,” cetus Ansori, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Telaga Biru, Bangkalan Madura, Minggu (8/4/2018).

Saat dikonfirmasi, Ansori mengatakan, KUPP Telaga Biru bekerjasama dengan Tersus Poleng PHE WMO, serta tim dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk melokalisir pencemaran dari tumpahan minyak tersebut. Menurutnya, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 58/2013, simulasi tanggap darurat yang dilaksanakan, Kamis (5/4/2018) dan Jumat (6/4/2018) itu, sebagai upaya tanggung jawab tugas dan fungsi, serta menguji kelayakan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam mengantisipasi terjadinya insiden tumpahan minyak di laut.

“Laihan ini kami lakukan setiap 6 bulan sekali untuk menguji Procedure Tier 1, 2 dan 3, sekaligus, menguji personel yang mempunyai kompetensi dalam hal penanggulangan tumpahan minyak di laut,” jelas Ansori mengomentari pelaksanaan latihan bersama penanggulangan pencemaran tumpahan minyak di pantai dan pelabuhan.

Dalam proses latihan, KUPP Telaga Biru menurunkan 27 personel sebagai Mission Commander dan OSC Staff UPP sebagai Kawilker. Sedangkan, tim Tersus PHE WMO Poleng dilibatkan sebagai koordinator lapangan dengan unsur yang memiliki kompetensi Penanggulangan Pencegahan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan (P5). “Kalau ditotal, personel internal KUPP Telaga Biru, Tersus serta SKK Migas, mulai trainer dan observer team, ada sekitar 35 orang,” urai Ansori.

Lebih jauh diungkapkan, tujuan dari diselenggarakannya latihan ini adalah, penanggulangan pencemaran di laut, menguji prosedur serta menguji keahlian personel, termasuk menguji fungsi peralatan penanggulangan pencemaran tumpahan minyak. Selain itu, tujuan simulasi yang dilaksanakan dua hari tersebut, untuk menjalin jaringan komunikasi sesuai prosedur tanggap darurat penanggulangan tumpahan minyak.

“Segala tindakan yang dilakukan bisa cepat, tepat, terkendali dan terkoordinir untuk mengendalikan, melokalisasir tumpahan minyak, agar tidak merugikan lingkungan dan masyarakat,” papar Ansori dihubungi.

Apa upaya ke depan terhadap keberlangsungan latihan? Ansori mengatakan, tetap menggelar latihan rutin sebagai kewajiban Tersus. Dengan harapan, latihan penanggulangan ini bisa memberi manfaat dalam mempersiapkan diri terhadap antisipasi tumpahan minyak.

“Yang pasti, semua sudah kami laporkan ke Dirjen (Dirjen Perhubungan Laut, red) dan para Direktur. Tentang penilaian pelaksanaan latihan ini, kami serahkan. Selanjutnya, kami minta arahan agar lebih baik atas kekurangan dari sisi jaringan komunikasi koordinasi, peralatan maupun SDM,” tuturnya. (ms/sa)

Peralatan latihan :

-    Oil Boom

-    Oil Skimer

-    Hose Oil Boom

-    Compressor

-    Accessories Oil Boom

Rate this item
(1 Vote)
Read 189 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS