Breaking News
Time: 10:58

Perluas Kerja Sama Semua Sektor, Kadin Jatim Rangkul Erat PUM Nederlands Senior Experts

Friday, 13 April 2018 22:30

Surabaya, Expostnews.com – Semua sektor, termasuk sektor industri dan agribisnis tak lepas dari bidikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim dalam perannya memajukan perekonomian Jawa Timur. Kali ini, peran tersebut diperluas cakupannnya melalui jalinan kerja sama dengan PUM Netherlands Senior Experts.

“Sebelumnya, selama dua tahun, kerja sama kami dengan Kadin Jatim masih pada sektor agribisnis untuk pengembangan dan perbaikan produksi apel di Batu,” kata Country Coordinator PUM Netherlands Senior Experts, Joost Van Oort di Graha Kadin Jatim, Kamis (13/4/2018).

Selama ini, kata Joost, PUM telah bekerja dan membantu pelaku bisnis di Indonesia sejak 30 tahun lebih. Selama itu, jumlah perusahaan yang dibantu sudah mencapai ribuan perusahaan yang terdiri dari berbagai sektor. “Sekarang, kami perluas kerja sama dengan Kadin Jatim, untuk semua sektor dan industri,” aku Joost.

Sementara, Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Pertanian, Adik Dwiputranto mengatakan, kerja sama dengan PUM ini untuk membantu industri, sekaligus mencarikan solusi terhadap semua persoalan yang terjadi. Dalam hal ini, Kadin Jatim akan mensinergikan semua sektor dengan dibantu sekitar 2 ribu tenaga ahli yang dimiliki PUM selevel Senior Manger dari berbagai sektor dan industri di Kadin Jatim.

“Kalau sekarang mungkin yang diperlukan masih di sektor agriculture, yaitu bagamiana mengembangan sektor pertanian yang kita miliki menjadi lebih baik dari sisi produktivitas dan kualitasnya,” papar Adik didampingi Ketua Komite Tetap Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura, Erni Maria petang.

Sedangkan untuk pengembangan apel di Batu, kata Adik, Kadin Jatim ingin menjadikan sebagai lahan percontohan pertanian terintegrasi, yang mencakup pengembangan lahan apel, pengembangan peternakan, pengolahan sampah serta kotoran ternak untuk diolah menjadi pupuk dan biogas, termasuk juga training center. “Secara keseluruhan, lahan ini sengaja dikonsep menjadi destiansi wisata dan edukasi,” ulas Adik.

Dijelaskan, konsep tersebut tentang bagaimana memroduksi apel dengan kualitas dan kuantitas yang bagus sesuai standar Good Agricurture Product. Apabila ini berhasil, petani akan bertahan untuk berbudidaya apel. “Setelah target pertama tercapai, selanjutnya adalah proses penjualan,” katanya.

Apa saja itu? Adik mengungkapkan, target yang dimaksud adalah, apakah produk tersebut langsung dijual, atau diproses terlebih dahulu. Jika mungkin dijual, apakah dalam bentuk Fress Product atau menjadi pruduk olahan.

“Kalau sekarang untuk mengembangan buah apel di lahan seluas satu hektar, tetapi di sekitarnya ada 7 hingga 8 hektar lahan, yang bisa dikembangkan untuk pertanian terintegrasi,” sambungnya.
 
Pada saat bersamaan, Erni menambahkan, keinginan Kadin Jatim untuk membangun pertanian terintegrasi ini, karena melihat besarnya potensi yang bisa dikembangkan dengan potensi bisnis yang ada. Apalagi, negeri Belanda terkenal dengan konsep tersebut dan keahiannya dalam melakukan branding.

“Contohnya, Tulip itu bukan bunga asal Belanda. Tapi, melalui branding yang dilakukan, mau tidak mau, seluruh dunia berasumsi, bahwa Tulip itu ya di Belanda. Kami ingin menirunya. Makanya, pada saat bisnis link besok, kami ingin mengunjungi perusahaan-perusahaan sejenis yang ada di sana (Belanda, red). Karena banyak perusahaan yang telah sukses, setelah mengembangkan konsep pertanian terintegrasi ini,” yakinnya. (dz/sa/ms)

Rate this item
(2 votes)
Read 38 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS