Breaking News
Time: 10:59

Parah, Warga Eks Lokalisasi Surabaya Ini Dirujuk Medis

Tuesday, 24 April 2018 21:33
Ita Wahyuni, saat dirujuk ke rumah sakit dengan ambulans Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya, Selasa (24/4/2018) Ita Wahyuni, saat dirujuk ke rumah sakit dengan ambulans Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya, Selasa (24/4/2018)

Respon Wiwid Legakan Sariyem

Surabaya, Expostnews.com – Wajah sedih dan kusut itu tak bisa ia sembunyikan, setiap melihat ketidakberdayaan Ita Wahyuni (36) yang hampir seminggu tergolek rapuh di ranjang kamar sempitnya. Linang air matanya semakin terburai, tatkala Sariyem hanya bisa terpaku, dan tak mampu berbuat dengan kondisi sakit anak angkatnya yang mengalami diare parah hingga membuat tubuhnya kurus kering tersebut.

“Sudah lima hari ini, dia sakit,” ujarnya dengan isak tertahan saat melepas pilu Ita Wahyuni yang dibawa ambulans Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya ke rumah sakit rujukan, Selasa (24/4/2018).

Ia mengaku, sudah tak bisa lagi memberikan pelayanan maksimal, apalagi mengobati anak perempuan angkatnya ke dokter. Faktor ekonomi, akhirnya menjadi alasan utama warga eks lokalisasi Jalan Tambak Asri No. 925, Kelurahan Morokrembangan, Surabaya ini tak mampu memeriksakan kesehatan, bahkan membawa anaknya ke rumah sakit.

“Saya nggak tahu harus apa dan harus kemana untuk membawa anak saya berobat,” isak perempuan usia 74 tahun ini. “Saya gak punya biaya, dan BPJS (BPJS Kesehatan, red),” sambungya dengan Bahasa Jawa medok.

Beruntung, sakit Ita Wahyuni dan nasib Sariyem bisa tertangani cepat. Meski belum diketahui pasti dugaan sakit yang menggerogoti tubuh Ita, namun respon dan jaminan pelayanan medis yang diberikan Suhendri Widyastuti, bisa melegakan keluarga Sariyem.

“Begitu mendapat laporan dari warga, saat itu juga, atau pagi tadi saya langsung ke lokasi untuk melihat langsung kondisi yang bersangkutan,” tutur Lurah Morokrembangan yang akrab disapa Wiwid ini.

Ditemui di ruangannya, Wiwid mengatakan, kondisi Ita Wahyuni memang sangat membutuhkan bantuan medis secepatnya dan tidak bisa ditunda. Hal ini mengingat, sakit yang didera Ita, sudah tergolong parah hingga tidak bisa melakukan aktivitas seperti umumnya dengan wajar. “Tapi, saya tidak bisa sebut sakitnya apa, karena masih harus dicek darah dulu untuk bisa diketahui sakitnya. Yang pasti, Ita ini sudah parah. Apalagi, keluarganya kategori warga miskin,” jelas Lurah dinamis ini.

Ia mengaku, tindakan penanganan medis yang dilakukannya, tak lebih dari sebuah tanggung jawab kepada warga yang sedang mengalami ketidakmampuan secara ekonomi. Ia juga tak ingin berlama-lama menunggu untuk secepatnya mengirim Ita ke rumah sakit, agar mendapat perawatan dan pengobatan semestinya. “Karena, saya juga tak ingin ada risiko lain yang bisa mengkhawatirkan lingkungan sekitar dengan sakit yang dialami Ita,” tuturnya. (sa/ms/krs)

Rate this item
(1 Vote)
Read 48 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS