Breaking News
Time: 11:02

Bahaya! Satreskrim Polres Tanjung Perak Pahamkan Penggunaan Alkohol 70%

Tuesday, 08 May 2018 23:21

Indikasi Kerap Dioplos

Surabaya, Expostnews.com – Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap dampak bahaya minuman keras (miras), apalagi yang berkadar oplosan alkohol mencapai 70%, memaksa Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Perak turut bertanggungjawab atas lemahnya pemahaman tersebut. Bukan hanya masyarakat konsumen, langkah edukasi yang diberikan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga dilakukan kepada pedagang, utamanya penjual alkohol dengan kandungan 70%.

“Ini kami lakukan, agar penjualan alkohol dengan kadar 70 persen lebih selektif dalam penjualannya,” ingat Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tinton Yudha di sela pelaksanaan kegiatan sosialisasi ke sejumlah tempat penjualan alkohol di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (8/5/2018).

Tinton menjelaskan, latar belakang dilakukannya kegiatan tersebut, sudah sesuai dengan pemetaan terhadap indikator alkohol berkadar 70% yang memicu timbulnya 6 perilaku penjualan dan konsumen penikmatnya. Di antara enam item indikator tersebut, Tinton menyebut, kerapnya kegiatan razia miras yang mengakibatkan langkanya miras yang beredar di masyarakat, dan masyarakat penikmat miras oplosan yang mencari alternatif lain untuk dikonsumsi.

“Selain itu, adanya indikasi alkohol 70 persen dikonsumsi sebagai miras oplosan, alkohol berkadar 70 persen dihargai relatif murah dan banyak dijual di toko serta apotek. Kelima adalah, alkhol 70 persen sangat berbahaya jika dikonsumsi akan memiliki risiko kematian tinggi, serta banyaknya kejadian meninggal dunia akibat mengonsumsi miras oplosan,” papar Tinton.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan, agar memberikan pemahaman agar lebih selektif dalam penjualan alkohol 70%. Selanjutnya, upaya sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan, terkait alkohol dengan kandungan 70% yang seringkali disalahgunakan.

“Untuk lebih mengingatkan, kami juga menempel stiker dengan tulisan ‘Alkohol 70% Bukan Untuk Dikonsumsi’. Dengan sasaran sosialisasi di apotek, toko, dan minimarket di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” ulasnya.

Tinton juga mengungkapkan, tujuan sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahaman kepada penjual alkohol 70%. Ia berharap, para penjual bisa lebih selektif dalam menjual alkohol dengan kadar 70%. “Mencegah adanya korban MD (meninggal dunia, red), karena mengonsumsi miras oplosan. Kedua, memahamkan tentang bahaya alkohol 70 persen bila dikonsumsi,” tukasnya. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 31 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS