Breaking News
Time: 11:03

LatSAR 2018 Syahbandar Perak Berakhir Evaluasi, Kabasarnas: Bisa Picu Korban

Thursday, 10 May 2018 13:57
LatSAR gabungan 2018 di Kantor Kesyahbandarran Utama Tanjung Perak Surabaya, Rabu (9/5/2018) LatSAR gabungan 2018 di Kantor Kesyahbandarran Utama Tanjung Perak Surabaya, Rabu (9/5/2018)

Tak Pahami SOP SAR

Surabaya, Expostnews.com - Latihan Search and Rescue (LatSAR) 2018 yang dilaksanakan dan disaksikan bersama seluruh instansi serta stakeholder terkait di Pelabuhan Tanjung Perak telah berakhir. Hanya saja, berdasar evaluasi LatSAR 2018 di bawah koordinator Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak itu dinilai berpotensi bahaya dan bisa memicu jatuhnya korban tambahan saat terjadinya insiden di laut.

Besarnya kemungkinan yang didasarkan evaluasi tersebut, bisa saja terjadi apabila mengabaikan pedoman yang sudah digariskan dalam ketentuan penyelamatan korban insiden di laut. Bagaimanapun juga, korban tetap korban, bukan menambah korban, apalagi korban yang bertambah itu berasal dari tim penolong yang tidak memahami standard operation procedure (SOP) aksi penyelamatan.

Kesalahan yang boleh dibilang fatal tersebut tercetus dari Kepala Kantor Badan Search and Rescue Nasional (KaBaSARNas) Surabaya, Prasetya Budiarto. Pada kesempatan evaluasi langsung yang diberikan usai drama insiden laut yang ‘dicorongi’ Andi Amran, Kasie Patroli di Kesyahbandaran Tanjung Perak tersebut, Pras, demikian ia disapa mengingatkan, setiap person maupun tim penyelamatan korban insiden harus memahami metode RTRGT.

“Reach, Throw, Row,  Go, Tow, adalah metode pertolongan pada korban yang harus diingat,” ulas Pras mengevaluasi LatSAR gabungan 2018 yang menggunakan obyek terbakarnya KMP Satya Kencana III milik PT Dharma Lautan Utama (DLU), Rabu (9/5/2018).

Dalam pengamatannya, kata Pras, untuk menjangkau korban, semestinya regu penyelamat melakukan aksi pertolongan dengan tidak langsung melompat dari kapal ke laut. Menurutnya, tindakan tersebut, bisa berbalik dan menambah korban berikutnya, selain korban yang ditolong untuk diselamatkan.

“Jangan langsung nyebur ke laut. Jangan langsung bersinggungan dengan korban, itu bisa membahayakan. Karena, korban panik justru sebaliknya, bisa membuat kita (tim penolong, red) ikut tenggelam,” papar Pras dihadapan instansi dan stakeholder yang hadir menyaksikan aksi LatSAR 2018 di dermaga Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya.

Sesuai metode dan SOP RTRGT, sebaiknya menggunakan media untuk memudahkan pemberian pertolongan. Media bantu tersebut untuk menjangkau, atau yang bisa dijangkau korban yang saat itu masih dalam kondisi sadar. “Bisa dayung atau apa saja yang dijulurkan agar korban berpegangan pada media itu. Sekali lagi, saya ingatkan, ‘korban tetap korban’ jangan sampai menambah korban baru,” ulasnya.

Ditambahkan, kemampuan seorang rescue harus tiga kali lipat dari korban. Ia mengingatkan, jika belum mampu menolong korban, sebaiknya tidak melakukan aksi coba-coba memberikan pertolongan. “Pahami dulu SOP. Karena, kami sering menjumpai kecelakaan di laut, justru si penolong malah menjadi korban,” tandas Pras yang juga berharap, ada latihan bersama secara berkelanjutan. “Bila perlu, kita bentuk tim reaksi cepat di Pelabuhan Tanjung Perak,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Junaidi meminta, pentingnya memahami hal krusial dalam aksi penyelamatan, khususnya penanganan, pencarian dan pertolongan korban. Selain itu, latihan di laut bukan hanya tentang SAR, melainkan juga latihan-latihan dalam bentuk perlindungan di lingkungan maritim. “Ya, Juli 2018 kami melaksanakan Marine Pollution Exercise (MARPOLEX) di Pelabuhan Tanjung Perak,” katanya.

Sementara, LatSAR bersama 2018 yang digagas dan dikonsep jauh hari itu diikuti 170 peserta, di antaranya Tim Syahbandar Tanjung Perak, Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak, Distrik Navigasi Kelas I Surabaya, KSOP Gresik, Basarnas, TNI-AL, Polair, Polres Tanjung Perak, Pelibdo III, BMKG, KKP, RS PHC, PT DLU. Hadiri pula, perwakilan Bea dan Cukai Tanjung Perak, Dishub Jawa Timur, UPT Perhubungan Laut se-Jawa Timur. (sa/ruu/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 58 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS