Breaking News
Time: 11:03

Ledakan Teror Surabaya Paksa TPS Perpanjang Keamanan Siaga I

Wednesday, 16 May 2018 23:22
Pengamanan di TPS akibat teror di Surabaya Pengamanan di TPS akibat teror di Surabaya

Surabaya, Expostnews.com – Rentetan peristiwa peledakan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018), memaksa manajemen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memberlakukan pengetatan sistem keamanan di areanya. Bahkan, antisipasi terhadap risiko kerawanan keamanan akibat teror tersebut bisa diperpanjang dari pemberlakuan selama 2 minggu.

“Ya. Tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang apabila masih diperlukan,” aku Kepala Humas (Kahumas) TPS, M. Solech, Rabu (16/5/2018).

Menurut Solech, ketegasan manajemen TPS untuk porsi keamanan dalam status Siaga I di Surabaya tersebut, didukung kesiapan Posko Pengamanan dan kekuatan personel keamanan. Dikatakan, penempatan Posko Keamanan dipasang di depan gedung yang dijaga 4 personel TNI AL secara bergantian. “Setiap shift ada 4 personel Angkatan Laut. Kami juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian,” tandas Solech.

Bukan hanya itu, kata Solech, TPS juga menyiapkan petugas Port Security (PS) yang telah standby di depan gate masuk pelabuhan. Proses pengamanan dilakukan mulai dari pemeriksaan kendaraan dengan metal detector dan membuka setiap bagasi kendaraan yang akan masuk.

“Saat masuk area parkir pun, petugas kembali melakukan pengecekan pada setiap kendaraan. Selanjutnya, pemeriksaan juga dilakukan di seluruh gate, mulai gate impor, ekspor maupun domestik,” ulasnya.

Dijelaskan, antisipasi terhadap kemungkinan munculnya risiko terburuk tersebut, dikarenakan TPS merupakan bagian dari obyek vital di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Untuk itu, pihaknya perlu melakukan penjagaan ketat guna memastikan kualitas keamanan di perusahaan penumpukan peti kemas tersebut.

“Semua yang kami lakukan ini tetap sesuai aturan keselamatan dan keamanan yang berlaku, baik pengecekan terhadap orang maupun barang," tuturnya.

Meski demikian, Solech tetap meyakini, aktivitas di TPS masih berjalan seperti biasanya dan normal. Artinya, kondisi teror dengan ledakan bom bunuh diri tersebut tidak memengaruhi pada pelayanan dan aktivitas di TPS.

"Tapi, dari semua yang kami lakukan ini, tetap berharap Surabaya bisa kembali aman, bebas dari teroris, dan kepolisian beserta pemerintah segera membasmi tuntas para teroris ini,” katanya. (ms/sa)

Rate this item
(1 Vote)
Read 96 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS