Breaking News
Time: 6:38

APBMI Jatim Liburkan Bongkar Muat di Hari 'H' Idul Fitri 1439 H

Thursday, 24 May 2018 23:50

Surabaya, Expostnews.com – Kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Jawa Timur pada umumnya, dipastikan tetap berjalan dan tidak terpengaruh Idul Fitri 1439 H. Hanya saja, jaminan operasional dari Asosisasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Timur itu terbatas saat hari ‘H’ Idul Fitri 1439 H di tahun 2018 ini.

“Bongkar muat biasanya libur total 24 jam pada hari H. Selain itu, tetap beroperasi seperti biasanya,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosisasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (DPW APBMI) Jawa Timur, Kody Lamahayu Fredy dikonfirmasi, Kamis (24/5/2018).

Namun demikian, Kody menegaskan, libur operasional yang pada hari ‘H’ itu tidak akan berlaku, apabila ada hal yang lebih urgen dan penting untuk dilakukan bongkar muat. Ia mencontohkan, aktivitas bongkar muat masih berjalan jika hal yang dianggap urgen tersebut menyangkut sembilan bahan pokok (sembako), seperti beras. “Ya, tetap kami kerjakan (bongkar muat, red). Jadi, bukan standby. Tapi, kalau memang itu harus kami kerjakan, ya harus bekerja, meski itu pada hari ‘H’,” ingat Kody.

Terkait libur hari ‘H’ Idul Fitri yang terbilang lentur tersebut, Kody menjelaskan, peliburan 24 jam total saat hari ‘H’ itu merupakan tugas dan perintah dari pemerintah sesuai aturan yang berlaku. Perintah libur total tersebut hanya berlaku sehari pada hari ‘H’ pertama Idul Fitri. “Pada hari ‘H’ pertama Idul Fitri saja liburnya,” sambung Kody usai buka puasa bersama dengan anak yatim yang diikuti penyerahan bantuan.

Ditanya sistem pengupahan? Kody menyebut, tetap ada negosiasi, meski dari pengelola/penyalur buruh pelabuhan/tenaga kerja bongkar muat (TKBM) menggunakan special charge. Selain itu, sistem kerjanya pun bisa bertambah shift dari kerja shift yang berlaku di hari-hari normal.

“Biasanya kan ada beberapa shift. Misalkan saja kerja normal itu kerja 3 shift, nah pada hari ‘H’ itu ada penambahan. Biasanya tambahnya 3 atau 4 shift, dan tergantung pelakunya hari itu, termasuk tata cara negosiasinya,” ulas Kody yang mengayomi 80 anggota APBMI Jatim ini.

Sebelumnya, pada saat bersamaan, DPW APBMI Jatim memberikan sumbangan berupa bantuan uang kepada 3 yayasan yatim piatu di Jawa Timur. Bantuan hasil pengumpulan sedekah senilai kurang lebih Rp 40 juta yang berasal dari anggota APBMI Jatim dan kas APBMI Jatim itu diserahkan untuk 55 anak yatim.

“Apabila mendapatkan rezeki, jangan melupakan anak yatim. Sisihkan sedikit untuk mereka (anak yatim, red) agar bisa sekolah atau menikmati hari yang penuh berkah ini,” pesannya. (sa/ms)

Rate this item
(2 votes)
Read 66 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS