Breaking News
Time: 11:58

5 Kapal Selam Tak Cukup, Menhan Ryamizard: Indonesia Butuh 12

Thursday, 11 April 2019 23:34

Surabaya, Expostnews.com – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menyebut, 5 unit kapal selam yang segera dibangun Indonesia, setelah kapal selam ketiga, KRI Alugoro-405 yang diresmikan, Kamis (11/4/2019), belum cukup untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Idealnya 12 kapal selam untuk melindungi luas perairan Indonesia,” aku Menhan di sela peluncuran kapal selam produksi PT PAL Surabaya, KRI Alugoro-405 di Dermaga Fasilitas Kapal Selam, PT PAL Ujung Surabaya, Kamis (11/4/2019).

Hanya saja, ingat Menhan, kebutuhan untuk memenuhi 12 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa kapal selam tersebut akan terpenuhi dalam kurun 5-6 tahun ke depan. Namun, ia optimis, Indonesia akan memroduksi sendiri hingga 5 unit kapal selam tanpa bantuan negara lain, seperti bangunan tiga kapal selam senilai Rp 1.140 miliar yang kini memperkuat alutsista TNI AL tersebut. “Setelah kapal selam yang ketiga ini, 5 kapal selam lagi segera kami produksi sendiri,” ujar Menhan.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama (Dirut) PT PAL Surabaya, Budiman Saleh mengaku, sanggup untuk memenuhi ketercukupan jumlah ideal kapal selam Indonesia. PT PAL Surabaya, lanjut Budiman, telah memiliki seluruh fasilitas untuk membangun 12 unit kapal selam tersebut. “Hanya perlu tambahan asesoris untuk perlengkapan fasilitas produksi saja,” akunya.

Untuk itu, kata Budiman, perlunya tambahan dana melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk merealisasikan kebutuhan ideal kapal selam. Dalam sambutannya, ia menyebut, pengajuan PMN pernah dilakukan tahun 2013 senilai Rp 2,5 triliun, dan baru terealisasi tahun 2015 sebesar Rp 1,5 triliun. “Untuk memenuhi ideal kapal selam, besar kemungkinan PMN cair tahun 2020,” tukasnya.

Sebelumnya, alutsista TNI AL bertambah satu unit kapal selam alih teknologi, KRI Alugoro-405. Launching Ceremony & Ship Naming Kapal selam Diesel Electric Submarine U209/1400 produksi PT PAL Surabaya ini dilakukan langsung Menhan RI Ryamizard Ryacudu. “Ini (KRI Alugoro-405, red) merupakan kapal selam ketiga,” kata Menhan Ryamizard Ryacudu dalam sambutannya.

Alutsista yang namanya dikukuhkan istri Menhan, Nora Ryamizard Ryacudu tersebut merupakan kapal selam yang dibangun dengan Transfer of Technology antara Daewoo Shipbuilding Marine and Engineering (DSME) Korea Selatan dengan industri pertahanan dalam negeri PT PAL Surabaya. Kehadiran KRI Alugoro-405 ini semakin melengkapi dua kapal selam sejenis sebelumnya, KRI Nagapasa-403 pada tahun 2017 dan KRI Ardadedali-404 pada tahun 2018.

“Teknologi kapal selam ini terbaru dan tercanggih. Keunggulan dari teknologi kapal selam ini adalah peperangan bawah permukaan atau submarine walfare,” ungkap Menhan didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji. S.E.. M.M usai upacara peresmian.

KRI Alugoro-405 ini memiliki panjang 61.3 meter dengan kecepatan lebih kurang 21 knot di bawah permukaan air, mampu berlayar lebih dari 50 hari dan dapat menampung lebih dari 40 kru kapal ditambah dengan satu tim pasukan elit TNI AL untuk menunjang fungsi operasinya.

Berbeda dengan KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404. KRI Alugoro-405 adalah kapal selam pertama yang dirakit secara lokal di fasilitas PT PAL Surabaya. Hal tersebut merupakan kontribusi positif bagi kemajuan industri pertahanan terutama PT PAL dalam rangka proses alih teknologi menuju kemandirian produksi dalam negeri di bidang teknologi pengembangan Alutsista TNI.

Sekadar tahu, nama Alugoro diambil dari nama sebuah senjata pemukul yang dimiliki tokoh pewayangan Prabu Baladewa. Senjata tersebut berupa Gada yang digunakan para ksatria atau bangsawan lainnya. Kekuatan senjata ini adalah dengan sekali pukul dapat menghancurkan kepala orang yang dipukulnya. Senjata ini dianggap sakti karena pemberian dari dewa Batara Guru, sebagai hadiah pada waktu menikah dengan Dewi Erawati.

Sementara, dalam acara Launching Ceremony & Ship Naming KRI A|ugoro-405 dilaksanakan juga kegiatan penyerahan maket kapal selam oleh Dirut PT PAL kepada Menhan RI, serta penandatanganan berita acara pelunouran dari perwakilan DSME kepada Kemhan RI. (sa/ms/pal)

Rate this item
(1 Vote)
Read 35 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS