Breaking News
Time: 7:03

La Nyalla Menentang Keras Penyatuan Calon Tunggal Pilgub Jatim 2018

Friday, 16 June 2017 10:29
La Nyalla saat bercengkerama dengan Gus Ipul dalam sebuah pertemuan tanpa sengaja di khotmil Alquran di Pondok Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan, Kamis (15/6/2017) malam La Nyalla saat bercengkerama dengan Gus Ipul dalam sebuah pertemuan tanpa sengaja di khotmil Alquran di Pondok Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan, Kamis (15/6/2017) malam

Pasuruan, Expostnews.com - Beredarnya info terkait upaya penyatuan calon tunggal pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 ditentang keras La Nyalla Mahmud Mattalitti atau yang akrab disapa La Nyalla. Sebagai salah satu tokoh Jatim yang menentang keras upaya tersebut, La Nyalla menilai, hal tersebut sebagai perbuatan melawan amanat rakyat.

“Jatim ini provinsi yang besar. Pemimpin provinsi ini harus muncul dari pesta demokrasi yang menjadi amanat rakyat,” kata La Nyalla menyikapi isu yang perlahan menghangat di perpolitikan Jawa Timur, Jumat (16/6/2017).

Sebagai salah satu tokoh disegani di Jawa Timur, La Nyalla mengingatkan, Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi besar di Indonesia. Artinya, pemimpin provinsi ini harus muncul dari pesta demokrasi yang telah menjadi amanat rakyat. “Upaya-upaya ke arah calon tunggal sama dengan menentang amanat rakyat,” tukas La Nyalla disela safari Ramadhan di Bangkalan, pekan lalu.

Sementara, La Nyalla yang disebut-sebut bakal maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jatim 2018, beberapa jam lalu telah bertemu Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam sebuah acara khotmil Al-Qur'an di Pondok Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan, Kamis (15/6/2017) malam. Secara tidak sengaja, dua Cagub Jatim, La Nyalla dan Gus Ipul hadir tidak bersamaan di acara tahunan Ponpes Salafiyah, Pasuruan tersebut.

Kedua kandidat Cagub Jatim itu pun diterima pengasuh Ponpes Salafiyah, KH. Idris Hamid yang notabene putra ulama (alm) KH Hamid Pasuruan. La Nyalla yang sudah sejak lama nyantri ke KH Hamid (ayah KH Idris Hamid) itu secara gamblang mengatakan, kepada KH Idris Hamid dan dihadapan Gus Ipul, bahwa siapapun yang bakal memimpin Jatim ke depan adalah santrinya KH Hamid.

“Saya senang bertemu Gus Ipul di sini. Siapapun yang bakal menjadi Gubernur Jatim adalah santrinya KH Hamid," kata La Nyalla yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim ini.

La Nyalla dan Wagub Jatim Gus Ipul merupakan dua tokoh yang secara terang-terangan menyatakan, maju pada Pilgub Jatim 2018. Selain keduanya, secara kebetulan nama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa serta Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga disebut-sebut bakal running di Pilgub Jatim 2018.

La Nyalla dan Gus Ipul adalah dua tokoh yang selama ini aktif bersilaturahim ke sejumlah ulama, kyai, pimpinan ponpes, dan tokoh masyarakat di sejumlah daerah di Jatim. Kedua Cagub Jatim tersebut, sama-sama mendapat dukungan luas untuk maju di Pilgub Jatim.

Untuk diketahui, La Nyalla selama ini disebut-sebut sebagai salah satu tokoh penting dibalik berhasilnya (terpilihnya) Gubernur Soekarwo dan Wagub Gus Ipul pada Pilgub periode sebelumnya. (sa/ms/bo)

Rate this item
(1 Vote)
Read 77 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS