Breaking News
Time: 2:52

Calon Tunggal Halangi Hak Rakyat, La Nyalla: Ini Kemunduran Demokrasi

Saturday, 17 June 2017 10:41
La Nyalla disela buka bersama (bukber) di rumah Ketua PAC Pemuda Pancasila (PP) Trowulan, Mojokerto, Jumat (16/6/2017) La Nyalla disela buka bersama (bukber) di rumah Ketua PAC Pemuda Pancasila (PP) Trowulan, Mojokerto, Jumat (16/6/2017)

Mojokerto, Expostnews.com – Skenario calon tunggal di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 Jawa Timur (Jatim) yang diwacanakan sejumlah tokoh terus mendapat penolakan. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti, menolak keras skenario tersebut.

“Ini (wacana calon tunggal, red) merupakan kemunduran demokrasi. Ini sam halnya dengan menghalangi hak rakyat untuk mendapat alternatif pilihan calon pemimpinnya. Wacana calon tunggal hanyalah keinginan segelintir elite politik yang mengingkari hak rakyat untuk memilih calon pemimpin sesuai keinginannya,” tegas La Nyalla, Sabtu (17/6/2017).

Dengan lantang, La Nyalla mengungkapkan, bahwa Jawa Timur ingin dibuat calon tunggal. Artinya, kata La Nyalla, upaya tersebut akan membuat kemunduran iklim demokrasi di Indonesia. “Sungguh tidak pantas, kalau Jawa Timur dengan 38 kabupaten/kota, dengan penduduknya sekitar 40 juta, calon gubernurnya cuma satu,” tandas La Nyalla.

Ia mengatakan, keinginan merusak demokrasi tersebut sudah banyak dan sering dilempar oleh media terkait wacana calon tunggal tersebut. Menurutnya, Khofifah (Khofifah Indar Parawansa, red) belum pasti maju atau tidak maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. “Yang sudah pasti kan Gus Ipul. Sekarang sedang digalang sama mereka, digalang dari partai ke partai supaya muncul calon tunggal,” ingat La Nyalla.

Ia menyebut, sosok calon tunggal yang dipasang dalam Pilkada Jatim 2018 adalah Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang saat ini menjabat Wagub Jatim. Partai pengusung dan Gus Ipul yang berkeliling ke mana-mana. “Termasuk, keliling ke partai-partai,” urai La Nyalla usai buka bersama (bukber) di rumah Ketua PAC Pemuda Pancasila (PP) Trowulan, Mojokerto, Jumat (16/6/2017).

La Nyalla mengakui, dirinya terketuk untuk maju dalam Pilgub Jatim 2018 karena aroma skenario politik tersebut. Ia juga menepis, kabar santer terkait niatan maju sebagai calon gubernur melalui jalur perseorangan. “Itu (dorongan maju secara independen, red) berasal dari anak-anak muda di komunitas Netizen La Nyalla,” katanya.

Pendukung-pendukungnya, lanjut La Nyalla, memang menginginkan dirinya maju secara independen atau perseorangan. “Saya hargai ide mereka. Kalau saya Insya Allah dari partai,” tegasnya.

Terkait rencana pencalonannya tersebut, La Nyalla mengaku, akan melangkah setelah Lebaran. Ia mengatakan, akan menjalin komunikasi dengan sejumlah partai, salah satunyaadalah Partai Gerindra. “Saya kan kader Gerindra, saya tinggal ngomong dulu sama induk organisasi,” jelasnya. (bo/ms/sa)

Rate this item
(1 Vote)
Read 51 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS