Breaking News
Time: 6:58

Pasal Aturan Ini Bentur TNI/Polri Alih Status

Saturday, 19 August 2017 18:15
Ilustrasi Ilustrasi

Jakarta, Expostnews.com – Peluang yang dulunya terbuka sangat lebar bagi aparat TNI/Polri berpindah status ke sipil, kini dibatasi aturan beserta pasal larangannya. Aturan baru di PP 11/2017 itu, mengutip diantaranya dua pasal larangan alih status TNI/Polri menduduki jabatan sipil.

“Ada sejumlah pasal dalam aturan baru tersebut yang melarang alih status. Diantaranya Pasal 155 dan Pasal 159,” tutur Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja, Sabtu (19/8/2017).

Setiawan mengungkapkan, di Pasal 155 disebutkan, bahwa prajurit TNI dan anggota Polri yang sedang menduduki jabatan ASN pada instansi pusat diberhentikan dari jabatan ASN. Artinya, apabila TNI/Polri yang ingin masuk ke jabatan sipil, harus mengundurkan diri terlebih dahulu.

“Kemudian mengikuti seleksi untuk JPT yang dimaksud. Kalau ternyata gagal seleksi, yang bersangkutan terpaksa tidak bisa balik lagi, karena sudah mengundurkan diri,” paparnya.

Sementara, dalam Pasal 159, lanjut Setiawan, mengatur persyaratan untuk bisa diangkat dalam JPT dari TNI/Polri. Setelah mengundurkan diri dari dinas aktif, ada syarat yang harus dipenuhi untuk menduduki JPT utama.

“Di antaranya, memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah pascasarjana, punya kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural sesuai standar kompetensi Jabatan yang ditetapkan,” jelas Setiawan.

Selain itu, ada ketentuan umur maksimal bagi pelamar 55 tahun untuk JPT utama dan madya, sedangkan JPT pratama maksimal 53 tahun. Dengan syarat-syarat tersebut, kata Setiawan, makin kecil peluang TNI/Polri berpindah ke jabatan sipil karena batasan umur.

“Begitu juga dengan pengalaman tugas juga diperhitungkan dan harus linear dengan jabatan yang akan diduduki. Jadi, kalau ingin ke sipil syaratnya harus mundur. Misal pun lolos, BUP yang bersangkutan mengikuti BUP TNI/Polri. Jadi tidak disamakan dengan sipil yang 60 tahun untuk JPT utama,” ingatnya. (sa/det)

Rate this item
(1 Vote)
Read 74 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS