Breaking News
Time: 11:48

Mengejutkan! Survei LKPI, Elektabilitas Jokowi Merosot

Friday, 05 April 2019 22:34

Jakarta, Expostnews.com – Calon pasangan presiden (Capres), Joko Widodo – Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin) diyakini terhempas dari kontestasi pesta demokrasi Indonesia 2019. Fakta terjungkalnya capres petahana tersebut terungkap dari hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang memrediksi, capres Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) lebih unggul alias mampu mengalahkan elektabilitas capres Jokowi-Amin dalam perebutan kursi RI 1.

“Tingkat eletabilitas pasangan Joko Widodo – Maruf Amin hanya berkisar 40,9 persen, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 58,1 persen, dan tidak memilih 1 persen,” ungkap Direktur Eksekutif LKPI, Tubagus Alvin dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Jumat (5/4/2019).

Berdasar survei mengejutkan yang dilaksanakan dari tanggal 20 Maret hingga 3 April 2019 itu, ada banyak faktor yang menyebabkan tingkat keterpilihan Joko Widodo –Maruf Amin merosot drastis. Alvin, sapaan Tubagus Alvin mengungkapkan, kecenderungan faktor tersebut di antaranya soal arah Negara di bawah kepemimpinan Jokowi. “Sebanyak 58,1 persen masyarakat berpendapat, bahwa Negara Indonesia saat ini sedang berjalan ke arah yang salah,” ujar Alvin seperti dikutip KBRN LPP RRI.

Temuan survei yang juga dipaparkan dalam jumpa pers bertema ‘Menguji Pilihan Masyarakat Indonesia Terhadap Capres – Cawapres Pada Pilpres 2019, di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta, Jumat (5/3/2019) itu menyebut, pendapat masyarakat tentang kondisi Negara itu seperti, bertambahnya utang negara, tingginya tingkat korupsi yang kian merajalela, mempermudah masuknya tenaga kerja asing di Indonesia serta maraknya jual-beli jabatan di pemerintahan mulai Desa hingga tingkat Pusat.

“Menurunnya tingkat pendapatan dan perekonomian keluarga yang sangat dirasakan masyarakat Indonesia sebesar 85,5 % selama kurun 4 tahun terakhir, juga menjadi alasan masyarakat tidak percaya lagi dengan Jokowi,” tandas Alvin.

Bukan itu saja. Kata Alvin, ketidakpuasan masyarakat terhadap keadaan Negara di bawah kepemimpinan Joko Widodo menyangkut berkembangnya ideologi khilafah yang begitu meningkat, sehingga mengancam ideologi Pancasila, termasuk suburnya politik identitas dalam kehidupan sosial politik.

“Ini tercermin dari temuan survei sebanyak 79,1 persen yang mengakibatkan ketidakpuasan masyarakat mencapai 65,6 persen,” ulasnya.

Disisi lain, Alvin juga mengungkapkan, sumber dana yang diperoleh LKPI dalam melakukan survei. Sebab, selama ini belum ada lembaga survei yang menjelaskan dari mana dana penelitian didapat. “Pertama, dana berasal dari sumbangan donatur dari pengusaha-pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya. Kedua, dana diperoleh dari LKPI sendiri,” tutur Alvin.

Menurutnya, para pengusaha menginginkan survei yang benar-benar independen. Dengan alasan, sebagai pijakan menentukan arah kebijakan usahanya di tanah air. “Bagi mereka, hal ini dianggap penting untuk mengambil kebijakan terkait investasinya di Indonesia,” katanya.

Untuk diketahui, survei LKPI melibatkan 2.426 responden dengan Margin of Error dari ukuran sampel tersebut sebesar +/- 1.99%, pada tingkat kepercayaan mencapai 95%. Responden terpilih, diwawancarai melalui tatap  muka oleh surveyor yang telah dilatih.

Begitu juga dengan Quality Control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 35% dari total sample oleh penyelia surveyor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot-check/sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 49 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS