22 Gerbong Diekspor ke Bangladesh, INKA Siapkan Pesanan Filipina

0
71

Surabaya, Expostnews.com – Produsen kereta api (KA) Indonesia, PT Industri Kereta Api (Persero)/INKA tengah menyiapkan pengiriman gerbong pesanan Philiphine National Railway (PNR) berupa 2 trainset Diesel Multiple Unit (DMU) konfigurasi 3 car. Kereta pesanan PNR senilai Rp 480 miliar itu menyusul pengiriman 22 gerbong ke Bangladesh yang telah dikapalkan, Rabu (11/9/2019), dari dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Selain itu, PNR juga memesan 4 trainset DMU konfigurasi 4 car dan 3 lokomotif, serta 15 kereta penumpang dengan total nilai kontrak sekitar Rp 800 miliar,” cetus Direktur Utama (Dirut) PT INKA (Persero), Budi Noviantoro di sela seremoni pengangkatan dua kereta dari 22 gerbong ke atas kapal di dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (11/9/2019).

Sementara, 22 kereta yang telah dikapalkan itu rencananya diberangkatkan menuju Chittagong Port Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada, Kamis (12/9/2019) dini hari. Dengan menggunakan kapal MV Lucky Catherine, kereta penumpang jenis Meter Gauge (MG) produksi INKA tersebut merupakan pesanan Bangladesh Railway.

“Pengiriman 22 kereta ini merupakan batch kedua. Diperkirakan sampai di Chittagong Port Bangladesh pada tanggal 22 September 2019 karena butuh waktu pelayaran 11 hari,” jelas Budi di sela seremoni pengangkatan dua gerbong ke atas kapal di dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Menurut Budi, 22 gerbong yang masing-masing seberat 30 ton lebih itu merupakan bagian dari tender pengadaan 250 kereta penumpang pesanan Bangladesh Railway yang dimenangkan PT INKA tahun 2017 dengan nilai kontrak US$ 100,89 juta. “Selanjutnya, setelah tiba di tujuan, akan dilakukan persiapan untuk komisioning, sebelum nantinya dioperasikan oleh pihak Bangladesh Railways,” tukas Budi dibarengi Dirut PT Pelindo III (Persero) Doso Agung beserta jajaran direksi dan staf.

Sebelumnya, PT INKA pada tahun 2016 juga telah mengekspor 150 kereta dengan nilai kontrak sebesar US$ 72,39 juta. Kemudian di tahun 2006, PT INKA juga mengekspor 50 kereta dengan nilai kontrak US$ 13,8 juta yang telah dikirimkan ke Bangladesh, Januari 2019 lalu.

“50 kereta tipe broad gauge (BG) itu melengkapi 200 gerbong untuk Bangladesh Railway. Proses pengapalan batch pertama sebanyak 26 kereta itu melalui Terminal Jamrud II, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada, 24 Juli 2019,” urai Budi usai mendampingi Menteri BUMN, Rini Soemarno yang turut menyaksikan proses pengapalan 22 gerbong KA tujuan Bangladesh tersebut.

Dikatakan, ekspor ke Bangladesh ini merupakan rangkaian dari usaha PT INKA (Persero) untuk meningkatkan pasar ekspornya. Jauh sebelumnya, PT INKA juga pernah memenuhi pesanan kereta ke luar negeri lainnya. “Seperti Malaysia,Thailand, Filipina dan juga ke Australia,” katanya. 

Sekadar tahu, perbedaan kereta tipe BG dan kereta tipe MG terletak pada lebar track (track gauge) yang digunakan. Untuk kereta tipe BG digunakan pada track dengan lebar 1.676 mm. Sedangkan, kereta tipe MG digunakan pada track dengan lebar 1.000 mm. (sa/ms/ink)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here