24 Kg Sabu Dihanguskan, BC-BNNP Jatim Waspada Modus Anyar

0
54

Sindikat Internasional Malaysia-Madura

Surabaya, Expostnews.com – Para pelaku peredaran narkotika, khususnya jenis sabu-sabu, kini mulai beralih dari cara lama ke pola baru. Selain membangun jaringan hingga ke level bawah, aksi pendistribusian yang kini diwaspadai sebagai modus anyar ini ditengarai sebagai upaya baru untuk meloloskan barang haramnya hingga ke konsumen pemakai.

“Indikasi ini dikarenakan para mafia atau pelaku narkoba merasa terdorong dengan banyaknya permintaan. Sehingga, berusaha memasukkan (narkoba/sabu, red) dengan beragam cara, seperti melalui paket barang titipan,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jatim I, Muhammad Purwantoro di sela konferensi pers pemusnahan barang bukti sitaan narkotika jenis sabu-sabu sindikat internasional Malaysia-Madura oleh BNNP Jatim di Auditorium Bea Cukai (BC) Tanjung Perak, Selasa (3/9/2019).

Menyinggung kegiatan pemusnahan barang bukti hasil sitaan sebanyak 24.454 gram dengan cara dibakar itu, Purwanto sepakat dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim Brigjen (Pol) Bambang Priyambadha SH, MHum, bahwa modus baru melalui pengiriman serupa dengan memasukkan narkoba bervariasi dari waktu ke waktu patut diwaspadai. Modus pengelabuhan tersebut tengah dikembangkan dan didalami tim gabungan yang terdiri dari DJBC Jatim I/Bea Cukai Tanjung Perak dan BNNP Jatim.

“Sekarang betul-betul waspada dengan beragam pengiriman narkoba. Informasi masyarakat juga sangat diperlukan untuk menekan peredaran narkoba, khususnya di Jawa Timur,” cetus Purwanto yang diamini Kepala BNNP Jatim.

Sementara, hasil penangkapan para pelaku yang dilakukan tim gabungan BNNP Jatim dan BC Tanjung Perak tersebut menetapkan 4 tersangka berinisial, IW, FR, HS dan AS. Kawanan yang yang diduga pengedar sabu-sabu sindikat internasional Malaysia-Madura itu dibekuk dari dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. “Dengan total keseluruhan barang bukti yang diamankan sebanyak 23.231 gram, dan yang dimusnahkan sebanyak 24.454 gram atau lebih dari 24 kg,” jelas Brigjen Pol Bambang Priyambadha.

Barang bukti narkotika jenis sabu yang disita dari tersangka FR beserta kawanannya, HS dan IW sebanyak 6 bungkus plastik dengan berat total 1.223 gram. Berdasar Laporan Kasus Narkotika no. : LKN /05 BRNTS IVIII / 2019 / BNNP JATIM, Tanggal 7 Agustus 2019, penangkapan tersebut terjadi pada, Rabu (7/8/2019) sekitar pukul 12.00 Wib di depan KFC JI Diponegoro Surabaya. 

“Kronologisnya, tersangka IW datang dari Banjarmasin ke Surabaya dengan tujuan untuk menyerahkan barang narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 6 bungkus plastik dengan berat total 1.223 gram kepada tersangka FR,” kata Bambang.

Setelah melakukan serah terima narkotika jenis sabu-sabu, petugas BNNP Jatim berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka IW pada, Rabu (7/8/2019) sekitar pukul 13.00 Wib. Selanjutnya, petugas BNNP Jatim melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka FR dan istrinya HS yang membawa narkotika jenis sabu-sabu dengan mobil Avanza wama hitam bernopol W-1443-YB. “Keduanya, kami tangkap tepat di palang pintu rel kereta api Jl Ketegan Barat Kelurahan Ketegan Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo,” papar Kepala BNNP Jatim.

Sedangkan, tersangka AS ditangkap tim gabungan BNNP Jawa Timur dan Kanwil DJBC Jatim I pada, Rabu (7/8/2019) sekitar pukul 15.00 Wib di Jl Raya Banyu Ates Sampang, Dusun Bring Koneng, Kecamatan Banyu Ates, Kabupaten Sampang Madura ketika hendak mengantar barang bukti kepada penerima yang juga kenalannya bemama A di Pamekasan Madura. AS diringkus saat sedang menyetir mobil pick up wama hitam nopoI M-8964-HA dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pamekasan, Madura dengan membawa kiriman paket berisi narkotika jenis sabu yang dikemas dalam kotak besar berisi 21 bungkus dengan berat total 19.217 gram. 

“Selain itu, ada juga satu kotak kecil berisi 3 bungkus dengan berat total 4.014 gram. Sehingga, jumlah total keseluruhan yang diamankan petugas Jawa Timur dari tangan AS sebesar 23.231 gram,” rincinya. 

Atas perbuatan yang dilakukan tersebut, para tersangka diancam Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. (sa/ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here