4 Ribu Truk Uzur Masih Seliweran di Tanjung Perak

0
69

Surabaya, Expostnews.com – Sedikitnya, hampir 4 ribu atau sekitar 40% dari 9 ribu unit kendaraan besar jenis truk yang lalu-lalang di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak butuh diremajakan alias tua. Apalagi, kebutuhan tersebut seiring dengan belum berjalannya kepatuhan terhadap pengendalian over dimensi over loading (ODOL) bagi truk-truk yang berkegiatan angkutan di pelabuhan terbesar kedua di Indonesia tersebut.

“Saya melihat ada sekitar 40 persen yang harus diremajakan dalam waktu singkat. Artinya, truk-truk yang diremajakan itu usianya lebih dari 20 tahun,” kata Ketua Umum DPC Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy mengomentari kondisi kekinian dari hilir-mudiknya truk angkutan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Alasannya, truk-truk dalam kategori uzur tersebut, bisa dipastikani kondisinya akan jauh menurun, termasuk daya angkutnya juga kian melemah. Selain renta, apabila truk tersebut tetap dipertahankan atau digunakan tanpa toleransi, diperlukan kecermatan dalam maintenance/perawatan/perbaikan truk usang tersebut.

“Daripada terus menerus (perbaikan truk, red), kan lebih baik diganti dengan yang baru,” ingat Kody yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPC Organda Khusus Tanjung Perak periode 2019-2024 di Musyawarah Cabang (Muscab) IX Organda Khusus Tanjung Perak di Surabaya, Kamis (10/10/2019).

Di sela Muscab, Kody juga mengingatkan, DPC Organda Khusus Tanjung Perak senantiasa mendukung pengendalian Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) terhadap truk-truk yang melebihi kapasitas angkut dan dimensinya. Dikatakan, pihaknya tanpa henti terus mengimbau seluruh anggotanya agar mengikuti aturan dari pemerintah tersebut.

“Karena untuk tahap selanjutnya adalah, pada tahun 2020 kendaraan angkutan barang yang berkategori melanggar ODOL, dilarang melewati jalan tol, maupun naik ke atas kapal,” tandas Kody.

Dijelaskan, program pemerintah ini harus didukung secara nyata dan penuh kesadaran. Pasalnya, pada tahun 2021, akan ditetapkan kendaraan bebas pelanggaran ODOL. “Kalau kendaraan tidak melanggar ODOL, maka pengusaha angkutan barang akan turut diuntungkan. Karena, kendaraannya akan sehat dan dapat diremajakan,” tuturnya.

Diharapkan, melalui penekanan terhadap ODOL ini, tidak akan terjadi lagi muatan yang diangkut dengan satu kendaraan/truk. Dengan penerapan ODOL tersebut, maka barang dengan berat yang sama bisa dimuat menjadi 2 atau 3 truk angkutan barang.

“Dengan begitu, pengiriman barang juga Iebih lancar, dan kendaraan tidak mengalami as patah, ban meletus atau mogok di jalan. Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas dapat berangsur kurang, karena semua truk memuat sesuai aturan yang telah ditetapkan,” ulasnya. (ndr/sa/ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here