409 Kasus Terungkap Ops Sikat Semeru 2019, Kapolrestabes Sandi: Kejahatan Jalanan Terbanyak

0
35

Surabaya, Expostnews.com – Kejahatan jalanan terbilang masih mendominasi kasus kriminal yang merebak di wilayah hukum Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Statistik kejahatan ini terungkap, saat gelar Operasi Sikat Semeru (OSS) 2019 yang berlangsung sejak, 16-27 September 2019.

“Terbanyak adalah kasus kejahatan jalanan,” tutur Kapolrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sandi Nugroho di Mapolrestabes, Rabu (9/10/2019).

Berdasar ungkap kasus Operasi Sikat Semeru 2019, Sandi mengatakan, jajarannya berhasil meringkus 152 pelaku dari total 409 kasus. Para pelaku yang semuanya telah ditetapkan sebagai tersangka itu, terinci dari beberapa kasus selama dua pekan pelaksanaan operasi.

“Seperti, 196 kasus pencurian dengan pemberatan atau curat dengan jumlah tersangka 61 orang. Kemudian, 96 kasus pencurian dengan kekerasan atau curas, kami tetapkan 27 tersangka,” urai Sandi.

Bukan hanya itu. Polrestabes Surabaya beserta Kepolisian Sektor jajarannya juga mengungkap, 8 kasus pencurian kendaraan bermotor (ranmor) dengan 9 tersangka. Selama Operasi Sikat Semeru 2019 itu, Sandi menyatakan, ada 8 kasus penyalahgunaan senjata tajam (sajam), senjata api (senpi) serta kasus bahan peledak dengan 8tersangka. “Ada lagi, yang kami ungkap, yaitu 4 kasus pemerasan dan perampasan dengan sembilan tersangka,” katanya.

Adapun modus operandi kejahatan curat, lanjutnya, dengan cara merusak, mencongkel, dan memanjat. Sedangkan, untuk modus kejahatan curas, para tersangka kerap mengancam, merampas dengan paksa hingga bacok. “Untuk curanmor modusnya dengan cara merusak kunci setir atau menggunakan kunci palsu,” papar Kapolrestabes Surabaya ini.

Ia mengimbau, agar masyarakat yang merasa mengalami kejahatan jalanan di Surabaya, segera menghubungi operator Polrestabes Surabaya. Manurutnya, pelaporan berplatform aplikasi berbasis Android itu bisa diunduh masyarakat dengan mudah.

“Aplikasi ini namanya ‘Jogo Suroboyo’. Upaya preventif ini kami lakukan cukup maksimal,” katanya.

Caranya, cukup menekan tombol panik yang tersedia di aplikasi tersebut. Selanjutnya, operator center Polrestabes Surabaya akan menghubungi petugas di lokasi terdekat untuk memburu pelakunya. “24 jam penuh, Operator Center Jogo Suroboyo siap siaga dengan petugas kami yang selalu aktif di lapangan,” jaminnya. (sa/ms/han)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here