9 Bulan, 100 Bibit Bakau Hijaukan Pesisir Benoa

0
45

Denpasar, Expostnews.com – Sejak penanaman 50 bibit bakau tahap I, 23 Januari 2019 lalu, PT Pelindo III (Persero) kembali melakukan hal serupa pada, Senin (2/9/2019). Dengan jumlah bibit yang sama, aksi penghijauan tahap II yang berlangsung di wilayah pesisir kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali itu, Pelindo III telah menanam 100 bibit bakau selama 9 bulan.

“Ya. Penanaman bakau ini merupakan bagian dari rangkaian agenda penghijauan area pesisir Pelabuhan Benoa, sekaligua meneruskan penanaman bakau tahap I,” ungkap CEO Pelindo III Regional Bali Nusa Tenggara, I Wayan Eka Saputra di sela aksi tahap II penanaman 50 bibit bakau.

Wayan mengatakan, komitmen Pelindo III tersebut untuk   memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan alam, khususnya di Pelabuhan Benoa, Bali. Pelindo III, lanjut Wayan, telah berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama peluasan habitat bakau. 

“Dari awal sudah disampaikan, bahwa Pelindo III berkomitmen untuk kenjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Wayan.

Wayan Eka menjelaskan, bjbit-bibit bakau yang ditanam ini telah mendapat rekomendasi dari Puslitbang Hutan Bogor atas sejumlah spesies bakau yang cocok ditanam di wilayah pesisir Pelabuhan Benoa. Dalam aksi penanaman bakau tersebut, Pelindo III menanam spesies bakau di antaranya, jenis Mukronata, Bulgoera, dan Apikulata. 

“Kemudian, dalam pelaksanaannya, Pelindo III menggandeng UPTD Tahura Ngurah Rai Denpasar untuk mendampingi, mengawasi, dan memonitoring tumbuh kembang bakau,” paparnya.

Dijelaskan, pada penanaman perdana Januari lalu, pihaknya telah menugaskan tim untuk melaksanakan perawatan dan pengawasan agar bibit bakau yang   ditanam dapat tumbuh dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan pencapaian tumbuhnya bibit bakau yang ditanam sebelumnya telah 90% berhasil.

“Penanaman tahap ke II dan tahap selanjutnya nanti diharapkan wilayah sekitar pesisir pantai semakin hijau,” yakinnya.

Selakn itu, Wayan Eka juga menyatakan komitmennya untuk menghijaukan kembali kawasan bakau di sekitar pelabuhan. Dikatakan, pembangunan di Pelabuhan Benoa telah dipersiapkan sedemikian rupa agar dapat selaras dengan keharmonisan lingkungan sekitar. “Baik alam, budaya maupun sumber daya manusianya,” cetusnya.

Sementara, VP Corporate Communications PT Pelindo   III, Wilis Aji Wiranata mengatakan, di area pesisir Benoa wilayah barat jalan dan pintu masuk Pelabuhan Benoa, Pelindo III telah mengembangkan area konservasi hutan bakau seluas lebih dari 18 hektar. Pengembangan kawasan tersebut sebagai gerbang laut masuknya turis mancanegara ke Bali, yang tidak bisa dilepaskan dari pelestarian lingkungan sekitar pelabuhan..

“Karena dalam industri pelayaran pariwisata kapal pesiar, tentunya selain faktor keamanan yang harus kondusif,   faktor kelestarian lingkungan sekitar pelabuhan juga menjadi perhatian, sesuai pengembangan Pelabuhan Benoa yang dikonsep ramah lingkungan,” katanya.

Di sisi lain, Wilis mengungkapkan, Pelindo III telah menyiapkan area seluas 1 hektar untuk pembangunaan lokasi Upacara Melasti. Upacara ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Krama Bali.

“Amdal  untuk pembangunan lokasi upacara Melasti sudah kami siapkan. Saat ini sedang persiapan proses pembangunannya,” tutup Wilis. (sa/ms/hum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here