Ancaman Keterpurukan Belit Industri Maritim, Bambang Haryo: Pemerintah Harus Perhatian

0
19

Jakarta, Expostnews.com – Kesulitan industri maritim di Indonesia kian lama semakin terlunta, bahkan jauh dari perhatian pemerintah. Apabila, pembiaran ini berlarut, dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi dan sektor pendukung lainnya.

“Kami mohon, pemerintah pusat lebih mencurahkan perhatiannya dan bersedia memperhatikan maritim, termasuk di dalamnya industri maritim,” tukas anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono, Sabtu (27/7/2019).

Menurutnya, sektor maritim merupakan bagian penting yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, seperti halnya pariwisata. Ia mengatakan, industri maritim nasional, mulai industri perikanan, galangan kapal, maupun industri pelayaran masih didera kesulitan. “Ini akibat kurangnya fasilitas yang diberikan atau disediakan oleh pemerintah,” kata Bambang Haryo.

Dikatakan, kurangnya fasilitas tersebut berujung pada kesulitan industri maritim untuk berkembang dan mengembangkan kemampuannya. Alhasil, selain penurunan produksi, minimnya fasilitas di industri maritim turut membawa hilang sejumlah karyawan yang beralih profesi menjadi pengemudi ojek daring (online).

“Hampir 50 persen galangan kapal mengalami kesulitan karena kurangnya fasilitas,” ungkap Bambang Haryo dalam keterangan resminya yang dikutip Antara di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Hal lain yang dicermati Bambang Haryo terkait kesulitan yang dialami industri maritim adalah pelayaran. Di satu sisi kurang mendapat perhatian dan fasilitas, industri pelayaran juga terbelit tingginya bunga bank.

“Industri maritim nasional sangat butuh perhatian pemerintah. Mengingat, industri ini dapat memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ingat Bambang Haryo.

Sebelumnya, pelaku usaha galangan kapal yang tergabung dalam Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) meminta keringanan fasilitas perbankan. Jika terabaikan, akan semakin membebani dan memberatkan industri galangan kapal untuk berkembang.

“Saat ini, bunga dari pinjaman bank untuk industri galangan kapal masih sekitar 12 persen, serta pengembalian dengan tenor lima sampai tujuh tahun,” urai Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam pada kesempatan berbeda.

Diharapkan, pemerintah bisa turut campur menurunkan bunga kredit bagi pinjaman galangan kapal. “Menjadi tujuh persen dan perpanjangan tenor pengembalian sampai 15 tahun,” harapnya. (ms/ant/sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here