Aplikasi E-Tipikor Sematkan Aspidsus Juara 1 PKN II

0
20

Surabaya, Expostnews.com – Nilai terbaik akhirnya menyematkan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan sebagai peserta terbaik 1 dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2019. Penobatan mantan Kajari Surabaya yang menyisihkan 60 peserta PKN lainnya itu setelah Proyek Perubahan (Proper) berjudul ‘Strategi Peningkatan Efisiensi Penyelesaian Perkara Korupsi Melalui E-Tipikor’ yang dibuatnya berhasil memikat penguji Lembaga Administrasi Negara (LAN).

“Dengan E-Tipikor, ke depan pelimpahan perkara ke Pengadilan Tipikor cukup lewat aplikasi,” ujar Didik dikonfirmasi, Sabtu (20/7/2019).

Melalui aplikasi tersebut, lanjut Didik, pelimpahan seluruh berkas perkara dibuat dalam bentuk digital (PDF), termasuk penetapan sidang juga dilewatkan aplikasi. Menariknya lagi, seluruh proses persidangan juga dilakukan melalui video teleconference. “Dari Pengadilan Tipikor dengan di Pengadilan Negeri setempat,” jelas Didik yang mendapat sematan peserta terbaik langsung dari Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto dalam penutupan Diklat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim, Jumat (19/7/2019).

Menurutnya, aplikasi E-tipikor ini sangat memudahkan sidang Tipikor. Hal ini terkait dengan keberadaan Pengadilan Tipikor yang hanya ada satu di setiap Ibukota Provinsi hingga membuat tugas Jaksa makin berat, seperti harus membawa saksi yang banyak ke Ibukota Provinsi.

“Bayangkan, teman-teman Jaksa di Papua atau yang wilayahnya jauh dari Ibukota Propinsi terpaksa membawa saksi banyak ke Pengadilan. Pernah, Jaksa kami dari Sangatta Kaltim membawa saksi lebih 30 orang, akhirnya kecelakaan saat perjalanan. Mobilnya ringsek,” ingat Ketua IKA Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini.

Lebih jauh dijelaskan, aplikasi E-Tipikor ini sangat compatible dengan Sistem Informasi Penanganan Perkara (SIPP) milik Pengadilan, seperti surat dakwaan ketika dimasukkan ke E-Tipikor akan otomatis masuk ke SIPP di Pengadilan.

“Kami sudah melakukan ujicoba sidang Video Teleconference dari Pengadilan Tipikor dengan Pengadilan Banyuwangi,” jelas Didik yang sudah mempresentasikan E-Tipikor ini ke Ketua PN/Tipikor Surabaya Nursyam. “Alhamdulillah, pihak Pengadilan sangat mendukung aplikasi ini. Bahkan sudah MoU,” sambungnya.

Kata Didik, aaat melakukan MoU, Ketua PN/Tipikor Surabaya menyebut, aplikasi ini bisa menjadi embrionya E-court Pidana. Karena E-court perdata sudah tersedia di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. “Saran saya, agar aplikasi ini diberlakukan secara nasional. Saya usulkan agar segera ada MoU antara Ketua Mahkamah Agung dengan Jaksa Agung,” tukas Didik menirukan saran ketua Pengadilan Tipikor. (bro/tri/ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here