Bambang Haryo Desak Percepatan Penanganan Insiden KM Santika Nusantara

0
19

Surabaya, Expostnews.com – Kepedulian Bambang Haryo Soekartono kepada masyarakat, khususnya para pengguna transportasi massal di pelayaran dan moda transportasinya tetap ditunjukkan melalui desakannya terhadap upaya pencarian korban insiden kebakaran Kapal Motor (KM) Santika Nusantara, Kamis (22/8/2019) malam lalu. Bahkan, Anggota DPR RI Komisi V dari Partai Gerindra ini meminta penangananan insiden tersebut sesuai aturan berlaku, sehingga tidak terjadi tumpang tindih.

“Apalagi sampai hari ini, saya mendengar masih ada dua keluarga yang mengadu karena menjadi korban dan belum ditemukan. Harus dicari sampai ketemu,” tandas Bambang Haryo dalam kunjungannya di Posko Musibah Kebakaran KM Santika Nusantara di Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak Surabaya, Senin (26/8/2019).

Bambang Haryo juga meminta, pihak asuransi, dalam hal ini Jasa Raharja maupun Jasa Raharha Putra untuk segera merealisasikan santunannya. Bagaimanapun juga, asuranasi orang maupun barang/kendaraan itu sangat dibutukan masyarakat, khususnya korban kecelakaan laut tersebut. “Demikian juga kepada perusahaan pelayaraanya juga harus memberikan tali asih,” pintanya.

Menyoal pencegahan dan penanganan terjadinya insiden, kata Bambang, operator harus meningkatkan strerilisasi sesuai ISPS Code di pelabuhan, baik orang maupun muatan truk. Dalam hal ini, Bambang berharap, Pelindo III selaku operator pelabuhan harus menyediakan X-Ray untuk mendeteksi muatan truk yang masuk kapal di pelabuhan Tanjung Perak yang berkatagori internasional.

“Pelindo juga harus menyediakan tempat parkir truk yang memadai dan sejuk dari panas, agar muatannya tidak kering. Kalau muatannya kering, kemudian di gladak kapal juga temperaturnya panas, ini mudah memicu nyala api,” ingat politisi Partai Gerindra ini.

Di sisi lain, Bambang Haryo menyampaikan, agar semua permasalahan insiden terbakarnya KM Santika Nusantara disidik penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). Namun, apabila ditemukan unsur pidana, kepolisian harus turun tangan untuk menangani. “Kalau sekarang, serahkan dulu kepada PPNS, bukan polisi,” jelasnya.

Sekadar mengingat, peristiwa kebakaran KM Santika Nusantara yang dilansir Basarnas, telah mengakibatkan 3 korban meninggal dunia. Masih melansir data Basarnas, kecelakaan laut di kapal milik PT Jembatan Nusantara (JN) yang terjadi di perairan tenggara pulau Masalembo itu diketahui 308 orang yang menjadi korban dinyatakan selamat. (sa/ms/kan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here