Cukupi Ketersediaan BBM, Pertamina Pasang SPBU Tol Trans Jawa

0
19

Surabaya, Expostnews.com – Kenyamanan para pengendara akan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), utamanya yang melalui jalur tol, tetap menjadi perhatian Pertamina. Menyusul hal ini, Pertamina menyiapkan 8 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur tol sepanjang Surabaya – Ngawi.

“Begitu juga di jalur tol Surabaya-Malang dan Surabaya-Probolinggo, disiapkan delapan SPBU,” jelas Rustam, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Senin (6/5/2019).

Penempatan SPBU tersebut, kata Rustam, ada yang berupa SPBU reguler maupun SPBU modular. Hanya saja, bentuk SPBU reguler, modular atau Kiosk sangat menyesuaikan ketersediaan lahan di rest area. “Kalau areanya besar, dibuat SPBU regular,” kata Rustam.

Sebelumnya, Pertamina telah melakukan uji operasi di SPBU 51.611.41, Jumat (3/5/2019), yang berada di Ruas Tol Trans Jawa KM 725A (Mojokerto-Surabaya), atau tepatnya di sisi arah menuju Surabaya. SPBU reguler yang dioperasikan anak usaha Pertamina, PT Pertamina Retail dengan luas lahan 2.000 meter persegi, dan dibangun sejak Januari 2019 ini menyediakan produk mulai Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex.

“Kapasitas total SPBU ini sebesar 420 kilo liter, jadi minimal 60 KL per produk. Kita lihat dulu perkembangannya, kalau dibutuhkan bisa kami tambah,” jelas Rustam.

Ditargetkan, pada minggu pertama bulan puasa, satu SPBU reguler di ruas tol yang sama diuji operasi. SPBU 51.632.21di rest area Ruas Tol Trans Jawa KM 575B (Madiun-Ngawi), di jalur arah keluar Surabaya, ditargetkan bisa beroperasi di minggu pertama Mei ini.

“SPBU di Desa Ngela Kec. Paron Kab. Ngawi ini berada di area seluas 2.000 meter persegi itu disiapkan untuk melayani penjualan produk Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex, dengan kapasitas tangki timbun total 434 KL,” tuturnya.

Menurut Rustam, pada masa Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, khususnya pada masa arus mudik dan balik, Pertamina akan lebih memberi perhatian pada ketersediaan BBM, khususnya Gasoline di jalur mudik tol. Ini dilakukan menyusul mulai beroperasinya Tol Trans-Jawa dari Merak, Banten, hingga Pasuruan, Jawa Timur.

“Untuk konsumsi normal harian BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) di Jatim pada kondisi normal sebesar 12.900 kilo liter (KL), dan Gasoil (Biosolar, Dexlite serta Pertamina Dex) berada pada kisaran volume 5.900 KL/hari,” urai Rustam.

Sementara, Pertamina memprediksi terjadi kenaikan konsumsi di Jatim sebesar 12% untuk produk Gasoline, dan produk Gasoil mengalami penurunan konsumsi sekitar 8%. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 29 Mei 2019 dan Jumat, 31 Mei 2019.

“Untuk puncak arus balik diperkirakan terjadi pada hari Sabtu-Minggu tanggal 8-9 Juni 2019 dan puncak berikutnya di 15-16 Juni 2019,” ulasnya. (sa/ms/tam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here