Diawali Bea Cukai Perak, Satgas Narkoba Polda Jatim Ringkus 49,93 Kg Sabu Jaringan Sokobanah Sampang Madura

0
19

Surabaya, Expostnews.com – Berawal hasil ungkap narkoba jenis sabu-sabu dari tim Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya, akhirnya Satuan Tugas (Satgas) Narkoba Polda Jatim berhasil mengembangkan kasus hingga diperoleh barang bukti seberat hampir 50 Kg sabu-sabu. Pengungkapan selama 4 bulan tersebut, turut meringkus jaringan pengedar asal Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur.

“Setelah kasus pertama temuan Bea Cukai yang disimpan dalam paket ekspedisi dengan tujuan Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang diserahkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, kami langsung mengembangkan kasusnya, hingga Satgas Narkoba berhasil mengungkap jaringan sabu-sabu dengan barang bukti seberat 49,93 Kg,” cetus Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan saat menggelar konferensi pers pengungkapan jaringan pengedar narkoba jenis sabu seberat 49,93 Kg yang dilaksanakan di Markas Kepolisian Resort Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (31/7/2019).

Dijelaskan, pada pengungkapan kasus pertama, terbagi dalam empat hari di tanggal dan bulan yang berbeda dengan barang bukti sebanyak 14 kg sabu yang disimpan dalam paket ekspedisi pada, tanggal 13 Februari 2019. Selanjunya, terdapat 800 gram yang disimpan di dalam drum cat yang dipaketkan melalui ekspedisi pada, 5 Maret 2019. Sedangkan pada tanggal 5 dan 8 April 2019, ditemukan 6 kg dan 4 kg sabu yang disimpan dalam drum cat yang dipaketkan melalui ekspedisi.

“Dari pengungkapan itu, kami membentuk Satgas Narkoba Polda Jatim yang menindaklanjuti penyerahan narkoba jenis sabu pada tanggal 5 dan 8 April 2019. Hasil dari pengembangan penyelidikan, kami menangkap seorang lelaki berinisial SH di Jember, dengan barang bukti 10 kg, pada tanggal 9 April 2019,” papar Luki didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi.

Kapolda melanjutkan, pada tanggal 10 April 2019, Satgas Narkoba Polda Jatim menangkap dua lelaki berinisial JH dan S di Kabupaten Sampang dengan barang bukti 99 butir pil extacy. Lalu, di tanggal 23 Juli 2019, Satgas Narkoba Polda Jatim kembali menangkap seorang perempuan berinisial N di Kabupaten Sampang, dengan barang bukti sabu 3 kg.

“Yang terbaru, Satgas Narkoba Polda Jatim melakukan penangkapan seorang lelaki berinisial NAH di Pontianak pada, 26 Juli 2019, dengan barang bukti sabu 22,13 kg,” kata Luki.

Dijelaskan, alur masuknya peredaran narkoba di Jawa Timur melalui jalur darat, laut maupun udara dan melewati beberapa kota besar seperti Batam, Jakarta, Pontianak dan Surabaya. Namun, semua jalur tersebut bermuara di Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang Madura.

“Selama periode bulan Februari hingga Juli 2019, Satgas Narkoba Polda Jatim berhasil mengamankan 4 laki-laki dan seorang perempuan pengedar narkoba. Barang bukti seberat 49,93 kg ini keseluruhan dimusnahkan,” tutur Luki dengan didampingi sejumlah pejabat tinggi dari kepolisian dan TNI serta tokoh masyarakat Surabaya dan Madura.

Diketahui, para pelaku ini berlagak cukup baik dengan masyarakat sekitar dan dikenal sangat royal soal uang kepada warga sekitar. Para pelaku tersebut kerap membagi-bagikan uang, dari hasilnya mengedarkan narkoba. “Sehingga, masyarakat setempat cenderung melindungi pelaku,” tukasnya. (sa/ms/lip6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here