Dijemput Paksa, Kejari Tanjung Perak Tak Beri Ruang Syaiful Aidy

0
33

Surabaya, Expostnews.com – Penyidik gabungan yang tersebar di 3 seksi jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, sedikitpun tak memberi ruang kepada Syaiful Aidy, Anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 itu terpaksa dijemput paksa di rumahnya kawasan Simo Surabaya, Selasa (3/9/2019) siang.

“Ya. Kami tak memberi ruang sedikitpun. Seperti, dia (Syaiful Aidy, red) minta izin mandi terlebih dahulu. Kami tetap tidak mengizinkan,” tandas Kasubsi Penyidikan Kejari Tanjung Perak, Muhammad Fadhil.

Ia mengatakan, penjemputan paksa tanpa lerlaeanan yang dilakukan Kejari Tanjung Perak kepada mantan anggota dewan dari partai PAN tersebut lantaran selalu mangkir dalam panggilan. Terhitung, sudah 3 kali tersangka Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) ini tak mengindahkan pemanggilan tersebut.

“Istrinya sempat minta nunggu pengacaranya. Tapi, kami jelaskan nanti aja dan suruh menyusul ke kantor (Kejari Tanjung Perak, red),” tegas Fadhil kepada wartawan.

Seperti diketahui, Syaiful Aidy yang merupakan mantan anggota DPRD Surabaya ini ditangkap tim gabungan dari Seksi Pidana Khusus (Pidsus), Seksi Intel dan Seksi Datun Kejari Tanjung Perak di rumahnya kawasan Simo Surabaya.

Dalam kasus ini tak hanya Syaiful Aidy saja, melainkan ada juga Dini Rijanti dan Ratih Retnowati yang masih menjabat sebagai anggota DPRD Surabaya dari Partai Demokrat. Ketiganya telah ditetapkan Kejari Tanjung Perak sebagai tersangka kasus aliran dana Jasmas.

Sebelumnya, masih dalam kasus yang sama, sudah ada tiga anggota DPRD Surabaya ditahan di cabang Rutan Klas I Surabaya pada Kejati Jatim. Masing-masing adalah, Sugito asal Partai Hanura, Darmawan dari Partai Gerindra dan Binti Rochma asal Partai Golkar.

Dari 5 mantan legislator Surabaya yang tersandung masalah Jasmas tersebut, satu di antaranya atas nama Ratih Retnowati yang kembali terpilih sebagai Anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024 juga berstatus tersangka.

Penetapan tersangka untuk Ratih ini didasarkan surat perintah bernomor: Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018 tertanggal 8 Februari 2018 yang ditandatangani Kajari Tanjung Perak, Rachmat Supriady, SH MH.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, Kejari Tanjung Perak juga sudah menahan pihak swasta, yaitu Agus Setiawan Tjong dengan vonis Pengadilan Tipikor Surabaya selama 6 tahun. Tjong diketahui merupakan pelaksana proyek pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system pada 230 RT di Surabaya. 

Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), proyek pengadaan program Jasmas yang merugikan negara sebesar Rp4,9 miliar tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya tahun 2016. Mengacu audit tersebut, ditemukan adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan Agus Setiawan Tjong. (sa/ms/jak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here