Dokumen Kedaluwarsa, Pengiriman 857 Kayu Meranti Olahan di Tanjung Perak Dihentikan

0
52

Surabaya, Expostnews.com – Sebuah truk kontainer yang diketahui milik perusahaan ekspedisi CV ALG, terpaksa dihentikan petugas dari Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, Selasa (3/9/2019). Penghentian truk pengangkut 17 meter kubik kayu atau 857 batang kayu olahan jenis Meranti tersebut diduga menggunakan dokumen kedaluwarsa.

“Dokumen kayunya bermasalah,” tandas Ajun Komisaris Polisi (AKP) Teguh Setiawan kepada wartawan.

Menurut Teguh, dokumen kayu berupa Surat Keterangan Sah Hasil Kayu (SKSHK) itu tidak sesuai dengan masa berlakunya. Diketahui, usia surat dokumen yang dimaksud menunjukan masa berlaku antara tanggal 5 hingga 7 Agustus 2019. “Dokumennya sudah mati, tapi masih juga digunakan untuk pelengkap dokumen jalan. Tentu itu melanggar aturan,” ingat Teguh dikonfirmasi.

Lebih jauh Teguh mengungkapkan, sebenarnya ada tiga truk kontainer milik CV ALG yang mengangkut kayu-kayu diduga illegal tersebut. Truk-truk bermuatan kayu ini kedapatan keluar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Rencananya, kayu-kayu yang diangkut 3 truk itu dibawa menuju wilayah Provinsi Bali. Dua truk kontainer lainnya informasinya sudah sampai di Bali,” jelasnya.

Kini, lanjut Teguh, pihaknya telah mengantongi identitas pemilik kayu, yaitu Koperasi Indoprima dan CV Tiga Putri Barito Indah, yang berpusat di Pulau Kalimantan. Untuk sementara, polisi masih memeriksa sopir truk kontainer, serta dari pihak ekspedisi CV ALG.

“Selanjutnya, kami akan memanggil pemilik kayu dari Koperasi Indoprima dan CV Tiga Putri Barito Indah,” yakinnya.

Seperti diketahui, Polrestabes Surabaya tengah menyelidiki dugaan penyelundupan kayu Meranti olahan asal Pulau Kalimantan. Kayu-kayu yang dikirim menggunakan kapal laut itu melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur. 

Salah satu dari 3 truk kontainer yang memuat kayu diduga illegal tersebut sempat dihentikan polisi saat keluar dari sebuah depo kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (sa/han/ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here