Efisiensi 10%, Industri Garam di Madura Ini Pilih Gas Bumi PGN

0
29

Jakarta,Expostnews.com – Lantaran dinilai mampu memberikan peluang penghematan hingga 10%, membuat gas bumi yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) diminati industri. Salah satu sektor industri yang kini memanfaatkan potensi tersebut adalah PT Garsindo Anugerah Sejahtera (Garsindo) di Kabupaten Sumenep, Madura.

“Penggunaan gas bumi oleh Garsindo ini karena sumber energi bersih yang kami distribusikan mampu memberikan kualitas bahan baku yang lebih baik. Selain itu, potensi penghematan yang dihasilkan dari penggunaan Gaslink minimal 10 persen,” tutur Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN, Kamis (5/9/2019).

Menurutnya, selain efisien, karakter ramah lingkungan yang menjadikan Gaslink dipilih Garsindo sebagai bahan bakar utama dalam proses produksi di pabrik keduanya di Sumenep. Hal ini menjadi bukti, bahwa manfaat gas bumi mampu menciptakan daya saing dan memiliki manfaat berlebih pada sektor usaha. “Sebelumnya, pabrik pertama Garsindo di Gresik juga telah lebih dulu merasakan energi baik dari Gaslink,” ungkap Rachmat Hutama di Jakarta.

Dijelaskan, perluasan pemanfaatan gas bumi ke Garsindo ini melalui PT Gagas Energi Indonesia (Gagas). Anak usaha PGN ini mulai melayani sektor industri di pulau Madura, Jawa Timur tersebut dilakukan pada, Juli lalu.

“Sebagai subholding gas, PGN akan terus mendorong penggunaan gas bumi melalui pembangunan dan pengembangan berbagai infrastruktur gas,” ingatnya.

Apalagi, lanjut Rachmat, sebagai energi bersih yang aman, ramah lingkungan dan efisien, gas bumi terbukti mampu mendorong daya saing sektor industri nasional. Ia mengatakan, di berbagai daerah banyak sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) telah beralih pakai gas bumi. “Seperti warung bakso, warung nasi jamblang, pengusaha bakpia hingga industri genteng,” ujarnya.

Rachmat menjelaskan, gas bumi adalah salah satu energi yang dapat memberikan efisiensi, bersih dan aman dibandingkan bahan bakar fosil lainnya. Dalam hal ini, PGN akan terus mengembangkan jaringannya dengan berbagai infrastruktur. “Ya, agar manfaat gas bumi makin banyak dinikmati masyarakat dan sektor usaha di berbagai daerah,” harapnya.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) Gagas, Sabaruddin mengungkapkan, pihaknya akan terus memperluas penyaluran Gaslink di beberapa kabupaten di wilayah Madura. Hadirnya Gaslink, tambah Sabaruddin, dapat memberikan efisiensi bagi pelaku industri, dan dapat mendorong pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah di pulau Madura. “Sekaligus, mendukung program go green dan langit biru,” cetusnya.

Sabaruddin meyakinkan, Gagas terus melakukan inisiatif agar produk Gaslink dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di Madura. Upaya ini sejalan dengan program Pemprov Jatim yang ingin mengembangkan industri di Madura. “Salah satunya adalah, pengembangan industri garam,” jelasnya. 

Sekadar tahu, produksi garam dari Garsindo selama ini digunakan untuk memasok bahan produksi dari PT Garam, sebuah BUMN yang fokus memproduksi garam di Indonesia.

Untuk diingat, Madura selama ini identik sebagai pulau garam yang sudah dikenal sejak zaman kolonial Belanda. Bahkan, Sumenep yang kaya dengan bahan baku garam sudah dikuasai pemerintah Hindia Belanda, hingga pada tahun 1813, gubernur VOC Thomas Stamford Raffles memonopoli garam mulai dari produksi sampai dengan distribusi. 

Awalnya, Belanda hanya membeli garam dengan harga tetap kepada para petani garam. Lalu, mereka membuka perusahaan dan mengambil alih seluruh produksinya pada tahun 1936. Perusahaan garam yang dikuasai Belanda itu kemudian dinasionalisasi menjadi Perusahaan Negara pada tahun 1960. (irf/sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here