Festival Kopi Jawa Timur 2019, Promosikan Industri Olahan Kopi Terbaik Jatim

0
19

Surabaya, Expostnews.com – Kali ini, setelah 2018 lalu, Dinas Perindutrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim kembali menggelar Festival Kopi Jawa Timur 2019. Melalui ajang ini, Disperindag Jatim memiliki harapan, kopi-kopi yang dihasilkan dari industri kecil menengah (IKM) kopi di Jawa Timur mampu melesat pesat dan semakin berkembang.

“Ya. Kami ingin mempromosikan kopi dan industri kopi Jawa Timur,” kata Kepala Dinas Disperindag Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan dikonfirmasi.

Selain itu, melalui even tersebut, Drajat berharap muncul IKM kopi terbaik di Jawa Timur dengan beragam penyajian dan berbagai inovasi kreatif dalam mengolah kopi menjadi minuman favorit. Untuk produsen kopi, Drajat ingin mengembangkan lagi satu progres tentang kopi. “Karena, kopi asal Jawa Timur memang khas. Sehingga, kami lakukan upaya untuk peningkatan kualitas, khususnya distribusi,” paparnya.

Sebelumnya, tahun 2018 lalu, Festival Kopi Jawa Timur terdapat 4 kategori lomba. Masing-masing, Brewing, Latte Art, East Java Signature Coffee, dan Coffeepreneur Business Challenge. “Untuk festival tahun ini, lebih difokuskan pada proses pengolahan kopi atau roastery dan inovasi produk,” ujarnya di sela gelaran Festival Kopi Jawa Timur 2019 di Open Space Grand City Surabaya, Rabu (7/8/2019).

Sementara, seleksi peserta dalam festival kopi ini, telah dilakukan pada, 15-19 Juli 2019 di tiga kota, Surabaya, Malang, dan Jember. Festival yang diikuti 101 peserta yang mendaftar secara online itu, akhirnya terpilih 18 peserta lomba Coffee Roasting Competition, dan 30 peserta Innovative Product yang berkompetisi. “Puncaknya di sini, di Festival Kopi Jawa Timur Tahun 2019 yang kami gelar di Open Space Grand City Surabaya ini,” jelasnya.

Menyinggung kopi Indonesia dan Jawa Timur? Drajat menjelaskan, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia, dengan jumlah produksi rata-rata mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun. Data yang dilansir mencatat, produksi kopi Jawa Timur pada tahun 2017 mencapai 65,41 ribu ton atau berkontribusi lebih dari 10% rata-rata produksi kopi nasional.

“Nah, Jawa Timur bersama Sumatera Selatan, Lampung, Aceh dan Sumatera Utara, termasuk 5 provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Sedangkan, di Jawa Timur sendiri, ada 5 kabupaten penghasil utama kopi di Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Jember, Kabupaten Malang, Bondowoso, dan Kabupaten Blitar,” urai Drajat.

Kopi Arabica Java Ijen Raung Mendunia

Kopi Arabica Java Ijen Raung, atau kopi yang berasal dari wilayah Ijen (Bondowoso dan sekitarnya) sangat terkenal di luar negeri dengan sebutan Java Coffee. Bahkan, kopi ini telah mendapat sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada tahun 2013. “Untuk tahun ini, Jawa Timur kembali mengusulkan IG untuk Kopi Hyang Argopuro. Ke depannya, kami berharap ada kopi-kopi Jawa Timur lain yang memperoleh IG,” harap Drajat.

Sekadar tahu, ekspor kopi dan olahan kopi Jawa Timur pada tahun 2018 mencapai 187,09 juta Dolar AS, mayoritas berupa biji kopi belum diolah sebesar 73,05%, dan kopi instan sebanyak 22,17%. Selebihnya, berupa kopi bubuk, biji kopi panggang (roasted), dan minuman kopi lainnya.

“Negara utama tujuan ekspor kopi Jawa Timur antara lain, Mesir, Jepang, Italia, Amerika Serikat, dan Taiwan,” tuturnya.

Sementara, impor kopi dan olahan kopi Jawa Timur pada tahun 2018 mencapai 90,35 juta Dolar AS, sebagian di antaranya berupa biji kopi belum diolah sebanyak 49,86% yang berasal dari Vietnam, Brasil, dan Papua Nugini. “Jika dianalisa, neraca ekspor-impor kopi Jawa Timur masih surplus,” yakinnya. (ms/sa/men)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here