Gara-gara Truk, Bos Ekspedisi Surabaya Ini di Kasasi MA 10 Bulan Penjara

0
31

Surabaya, Expostnews.com – Pelaporan tindak pidana penipuan yang dilayangkan saksi pelapor Eddi Tanuwijaya kepada bos ekspedisi PT Aman Samudera Lines, Surabaya Jatim, Hasan Aman Santoso berujung vonis penjara. Berdasar putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) No 237 K/Pid/2019 dan sesuai pasal 378 KUHPidana, bos ekspedisi yang notabene terdakwa kasus penipuan jual beli truk tracktor Head Hino 500 SG 260 itu diganjar 10 bulan penjara.

“Tertuang dalam putusan kasasi MA, bahwa terdakwa Hasan Aman Santoso dipenjara 10 bulan,” tandas Kuasa hukum saksi korban, Wellem Mintarja, Senin (5/8/2019).

Menurut Wellem, putusan MA tersebut sudah sesuai dengan asas keadilan, dan membuktikan jika terdakwa Hasan Aman Santoso telah terbukti melakukan tindak pidana penipuan. Selain itu, Wellem meminta pihak kejaksaan negeri Tanjung Perak Surabaya segera menahan terdakwa. “Kami beri waktu seminggu, terhitung mulai hari ini. Apabila, dalam waktu tersebut yang bersangkutan belum juga dieksekusi, kami ambil tindakan hukum,” tegas Wellem.

Sementara, saksi korban Eddi Tanuwijaya mengaku, putusan MA tersebut membuktikan rasa keadilan terhadap penyelesaian kasus penipuan yang telah menderanya. Sembari berucap syukur, Eddi mengatakan, dirinya tetap mematuhi keputusan hukum. “Kenyataannya memang demikian dan terbukti. Saya bersyukur pada Tuhan YME yang telah membuktikan keadilannya,” tuturnya terpisah.

Sebelumnya, dua cek yang dijadikan barang bukti oleh MA atas putusan ini adalah, terdakwa menyatakan dua cek tersebut hilang. Padahal, dua cek yang dimaksud digunakan untuk pembayaran truk kepada saksi korban.

Akan tetapi, Polsek Kenjeran Surabaya menerbitkan surat kehilangan, yang telah dilaporkan oleh staf dari terdakwa Hasan Aman Santoso. Kemungkinan, pegawai terdakwa yang telah melaporkan kehilangan dua buah cek beserta oknum yang menerbitkan surat laporan polisi atas kehilangan kedua cek tersebut akan dilaporkan. (ms/ad/sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here