Gelar Bersih Laut dan Pantai, Syahbandar: Tanjung Perak Jadi Percontohan

0
56

Menhub Budi Apresiatif

Surabaya, Expostnews.com – Wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diharapkan menjadi percontohan bagi pelabuhan lainnya di Indonesia. Harapan ini seiring dengan upaya Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak untuk selalu menjaga kawasan pelabuhan agar tetap bersih dan rapi.

“Setidaknya itu (bersih, red), supaya menjadi pelabuhan percontohan,” ingat Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, M. Tohir di sela gelar bersih laut dan pantai bersama seluruh unsur maritim dan stakeholder Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (12/9/2019).

Kegiatan bersih-bersih yang sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2019 itu, kata Tohir, sebenarnya sudah kerap dilakukan pembersihan, mulai di perairan, kolam pelabuhan, alur hingga terminal. Menurutnya, upaya tersebut untuk menjadikan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai pelabuhan yang ramah lingkungan.

“Ya. Setiap hari dan berkesinambungan, kami lakukan bersih-bersih lingkungan di perairan wilayah Pelabuhan Tanjung Perak. Supaya Tanjung Perak menjadi pelabunan ‘Greenport’,” tuturnya.

Dengan melibatkan semua unsur, mulai instansi pemerintah maupun swasta di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, agenda bersih-bersih laut dan pantai yang dipusatkan di pelabuhan rakyat Kalimas Surabaya itu juga menggandeng Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin mengungkapkan, gerakan bersih laut dan pantai ini, juga dilaksanakan serentak di seluruh Kantor Kesyahbandaran se- Indonesia. Ia berharap, melalui aksi bersih-bersih bersama ini dapat mengurangi tumpukan sampah yang berserakan di laut, khususnya sampah plastik. 

“Apalagi, Indonesia adalah negara besar yang memiliki luas lautan yang juga besar. Sehingga, potensi sampahnya juga besar. Makanya, sekarang kita aksi bersama untuk bersih-bersih,” cetusnya. 

Sementara, pada hari yang sama, gerakan bersih-bersih laut dan pantai secara serentak ini juga dilaksanakan di Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat mengurangi sampah plastik. 

“Tujuan kegiatan ini utama kegiatan ini bukan hanya memecahkan rekor MURI saja, melainkan juga diharapkan dapat menurunkan peringkat Indonesia sebagai penghasil sampah di laut kedua di dunia,” jelas Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat menghadiri kegiatan bersih laut dan pantai di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.

Menhub mengapresiasi, seluruh jajaran Kemenhub dan stakeholder transportasi yang telah berkomitmen untuk bersama-sama membersihkan sampah di laut dan pantai Indonesia. Menhub Budi juga mengajak, untuk mengubah pola pikir yang sebelumnya menganggap laut adalah halaman belakang rumah (Indonesia). “Sekarang, saatnya menjadikan halaman depan rumah kita yang bersih dan indah,” ingat Menhub.

Dengan perubahan pola pikir tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di laut semakin meningkat. Selanjutnya, menjaga komitmen untuk membersihkan laut dari sampah dan kotoran. 

“Ini yang bisa menginspirasi kita dan wisatawan yang datang ke Indonesia,” katanya. (sa/nip/sil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here