Konsep Bebas Riba MWO Kalahkan Sistem Perbankan, Maxmillian: Sharing Profite 15%

0
30

Surabaya, Expostnews.com – Riba merupakan sistem ekonomi yang menetapkan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian dengan hitungan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang kemudian dibebankan kepada peminjam. Tentu saja, sistem Riba ini dinilai sangat memberatkan dan membebani pihak peminjam.

“Sungguh sangat memberatkan, dan agama manapun, terutama 5 agama di Indonesia juga melarang sistem Riba,” tutur Founder Maxwin Organization (MWO), Maxmillian Winardi, Sabtu (27/4/2019).

Menurutnya, sistem investor bebas riba, dan deposito sharing profit pertama di Indonesia telah mengalahkan deposito konvensional dengan profit dua kali dari deposito biasa. Pelaku bebas Riba ini bisa menikmati tanpa takut dengan risiko Riba atau makan bunga.

“Kami bekerjasama dengan beberapa bank dan BPR untuk membuat konsep ekonomi tanpa Riba, deposito tanpa Riba dengan sharing profite. Sistem ini mengalahkan sistem banking yang hari ini cuma 7-8 persen, kami sharing profite-nya bisa sampai minim 15 persen,” urai Maxmillian.

Alasan paling menonjol yang patut menjadi catatan adalah, praktik Riba telah menciptakan hilangnya ruang keseimbangan di dalam tata kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Prinsip pengambilan bunga menjadi sebuah senjata bagi penganut sistem kapitalis untuk mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya. “Sudah barang tentu, sistem ini akan semakin melemahkan posisi orang-orang miskin atau yang tidak berkemampuan,” urai Maxmillian.

Ulasan Maxmillian tak sekadar isapan jempol. Ia pun menunjukkan kenyataan tersebut melalui unggahan sebuah video yang ditayangkan di hadapan peserta gathering. Kisah yang diputar dalam video tersebut menunjukkan tentang nasib malang seorang sopir yang meninggal dunia karena terjerat utang dari pinjaman online. “Kami punya program revolusioner untuk menghentlkan praktik Riba ini dengan mengganti sistem perbankan yang dipenuhi Riba menjadl bisnis bebas Riba. Karena, kami ingin mewujudkan Indonesia Bebas Riba,” jelasnya.

Penuturan Mentor Bilioner Anti Riba ini persis dengan yang dipaparkan dalam sesi Investor Gathering yang berlangsung di Barrels, Spazio Lantai 1 Surabaya, Kamis (25/4/2019). Di hadapan peserta gathering yang tidak hanya dari Surabaya itu, Maxwin mengungkapkan, selama ini pengetahuan masyarakat terhadap praktik riba masih sangat rendah. “Sehingga tak jarang praktik Riba ini masih melingkupi kehidupan masyarakat. Apalagi, masyarakat tidak memahami tentang hukum dasar, apa itu jenis riba sampai dengan dampak buruknya,” ulasnya kepada peserta yang juga datang dari Malang, Madiun, Pasuruan, Pandaan, Gresik, dan Jakarta.

Contoh lain juga diketengahkan Maxmillian. Di hadapan peserta, Maxmillian memperlihatkan kejatuhan perniagaan dan sistem perekonomian di negara Venezuella. Dalam kemasan tayangan tersebut, Venezuela yang dulu dikenal sebagai negara kaya dengan hasil minyaknya yang melimpah, kini ambruk menjadi negara miskin. “Inflasinya sampai menyentuh 1000 persen. Ini dikarenakan, sistem ekonomi di dunia tak bisa lepas dari praktik Riba,” ulasnya.

Lantas, bagaimana solusi terbaik agar masyarakat tidak terjebak dalam sistem Riba? Maxwin mengatakan, pihaknya telah menemukan cara melalui dukungan pendanaan tanpa Riba melalui MWO. Namun ia mengingatkan, organisasinya tidak sebatas membantu pendanaan, melainkan juga terjun langsung untuk mengajarkan klien bisa maju dan berkembang.

“Dengan konsep membantu perekonomian Indonesia, kami akan memberikan kiat sesuai pengalaman kami yang sudah 4 tahun ini membebaskan Riba. Apalagi, selama ini kami juga menjalin kerja sama dengan tokoh agama, kepala daerah untuk bersama memerangi Riba melalui UKM dan BPR serta perbankan,” ingatnya.

Bahkan, kata Maxmillian, sistem anti Riba yang dianutnya ini, sempat menjadi perhatian negara untuk bisa diterapkan dalam sistem perekonomian masyarakat di Indonesia. Menurutnya, pemerintah menghendaki, konsep anti Riba ini bisa diterapkan kepada masyarakat. “Beberapa bulan lalu, kami diberi kesempatan untuk mempresentasikan konsep anti Riba ini kepada staf kepresidenan,” katanya.

Untuk itu, MWO mengundang para pengusaha dari segala bidang di Surabaya dan sekitarnya, untuk bersama-sama mencari solusi terbaik agar terbebas dari belitan Riba atau bunga saat meminjam uang. Maxmillian mengajak para investor yang memiliki dana tunai dan mempunyai aset, serta pemilik BPR, maupun pemilik koperasi untuk bersama sama mewujudkan Sistem Pendanaan Tanpa Bunga Tanpa Jaminan dan Tanpa Pengembalian.

“Memang, untuk mewujudkan Indonesia bebas Riba tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi, saya yakin, dukungan berbagai pihak kepada MWO akan mampu menghentikan praktik Riba dengan mengganti sistem yang dapat meningkatkan kemakmuran rakyat Indonesia,” yakinnya.

Sekadar tahu, Gerakan MWO bersama dengan Komunitas Anti Riba yang melawan perekonomian Riba semakin membesar di Indonesia. Diharapkan platform yang sudah disiapkan MWO ini dapat dimaksimalkan oleh pelaku lembaga keuangan, baik institusi perbankan maupun investor perorangan. (ms/sa/ar/max)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here