Muatan Truk, Getah Pemicu Tudingan Insiden Roro

0
57

Surabaya, Expostnews.com – Kompleksitas permasalahan yang terjadi di seputar pelabuhan, termasuk di Tanjung Perak, tidak bisa dibebankan penyelesaiannya hanya pada satu lembaga ataupun seorang individu. Dalam hal ini, dibutuhkan penanganan komprehensif dan keseriusan dari seluruh komponen yang terlibat dan berkepentingan di area maritim tersebut.

Dari beragamnya persoalan yang dianggap krusial dan butuh penanganan serius adalah kerapnya insiden/laka laut. Getahnya, muatan truk di atas batas ketentuan merupakan satu di antaranya pemicu awal terjadinya insiden. Lagi-lagi, muatan truk yang melebihi ambang batas, atau lolosnya barang berbahaya dalam muatan truk di kapal dituding sebagai penyebab insiden.

“Terutama yang ada di kapal Roro,” cetus M. Tohir, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak dalam sambutannya di acara pisah sambut pejabat lama Dwi Budi Sutrisno di Gedung Terminal Penumpang Kapal Laut Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak Surabaya, Jumat (4/10/2019).

Pejabat yang baru tiga pekan memuncaki kursi di instansi keamanan dan keselamatan pelayaran di Tanjung Perak Surabaya ini mengaku, hampir selalu persoalan muatan dalam truk yang diangkut kapal jenis Roll On-Roll Off (Roro) menjadi ujung dari timbulnya insiden. Ia menyayangkan, Kesyahbandaran selalu menjadi bagian terdepan yang harus bertanggung jawab atas kejadian tragis tersebut.

“Padahal, di belangkangnya banyak. Sedangkan truk yang masuk ke kapal itu hanya tinggal dilakukan pengesahan,” tukasnya.

Jika merujuk tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), aku Tohir, Kesyahbandaran merupakan regulator penjamin keselamatan dan keamanan pelayaran. Namun sebenarnya, lanjut Tohir, masih banyak pihak yang bisa berbicara terkait kompleksitas masalah tersebut.

“Saya berharap, ke depan bisa melanjutkan apa yang telah dilakukan pejabat lama untuk lebih meningkatkan jalinan koordinatif maupun sinergitas pengawasan dari seluruh stakeholder di pelabuhan,” harapnya.

Sementara pejabat sebelumnya yang kini beralih sebagai Sekretaris Utama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat, Dwi Budi Sutrisno menuturkan, pentingnya seorang pimpinan, apalagi di Kantor Kesyahbandaran untuk turun langsung ke lapangan.

“Harus melihat sendiri, dan tidak asal percaya sama anak buah,” ingat Dwi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Tanjung Perak Surabaya, Donie Surya menilai, muatan yang diangkut truk ke kapal seakan menjadi ‘hantu menyeramkan’ bagi operator kapal Roro. Alasannya, jenis muatan truk yang kini menjadi momok tersebut belum dideteksi secara pasti.

“Meski sudah ada manifes dan surat pernyataan dari sopir truk. Ya, sekarang ini, muatan truk seperti menjadi momok kapal Roro,” katanya di hadapan hadirin dan undangan pisah sambut.

Sebagai catatan, terhitung tiga kali dalam 12 bulan terakhir, peristiwa kebakaran kapal Roro menjadi bukti, bahwa penanganan insiden tersebut butuh keseriusan. Diharapkan, Otoritas Pelabuhan menerbitkan formula aturan yang semestinya dipatuhi sebagai pedoman. Standard Operating Procedure (SOP) tersebut tetap mengakomodasi tindakan yang diharapkan meminimalisir risiko dalam pelayaran. (sa/ruu/kan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here