Papua Bukan NKRI? Ladjoni: Warga Sulsel Harus Bertahan

0
38

Surabaya, Expostnews.com – Provinsi Papua, secara keseluruhan bisa tidak menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peringatan bernada kehati-hatian dari Dewan Penasehat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Jawa Timur, Lukman Ladjoni itu, menyusul banyaknya warga non Papua yang mengungsi dari tempat tinggalnya pascakonflik di Wamena.

“Kalau di Wamena atau di Papua itu ada banyak penduduk dan warga dari berbagai daerah di Indonesia, menandakan Wamena dan atau Papua tetap NKRI,” cetus Lukman Ladjoni dikonfirmasi pascarusuh di Wamena, Papua, Kamis (3/10/2019).

Namun demikian, statemen mantan Ketua KKSS Jatim terkait peristiwa yang berkecamuk di Wamena ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, apabila semua bergerak keluar meninggalkan Papua, maka bumi Cendrawasih tersebut tidak lagi NKRI.

“Untuk warga Sulawesi Selatan yang ada di sana (Wamena, red), agar tetap bertahan di Papua,” tandas Ladjoni, sapaan akrabnya.

Apa yang disampaikannya itu senada dengan seruan Ketua Umum Badan Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP-KKSS), Sattar Taba. Menirukan Sattar, Ladjoni mengatakan, seluruh keluarga Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk tetap bertahan di Papua.

“KKSS sepakat, bahwa warga Sulawesi Selatan yang berada di Wamena, tidak perlu kembali Sulawesi Selatan atau pindah ke tempat lain,” tegasnya.

Menyoal keselamatan warga yang masih bertahan? Dengan tegas Ladjoni menyerahkan dan mempercayakan keselamatan warga Sulawesi Selatan kepada aparat, khususnya TNI/Polri. “Untuk apa mereka (TNI/Polri, red) ada kalau tidak bisa menjamin keselamatan? Lantas, kerjanya apa selama ini?” tandasnya.

Di sisi lain, Ladjoni mengkhawatirkan, kelak di tahun 2030, apakah Sang Saka Merah Putih masih bisa berkibar dari Sabang sampai Merauke? Pertanyaan besar ini, kata Ladjoni, karena di tahun 2030, para pelaku sejarah yang berjiwa nasionalis sudah dimakan usia.

“Sekarang, pelaku sejarah berjiwa nasionalis masih ada, dan tetap bertekat terhadap NKRI. Apakah orang orang berjiwa nasionalis untuk NKRI masih ada? Yang sekarang ada kmhanya sisa-sisa reformasi. Mereka memang pintar, tapi belum tentu nasionalis,” tutupnya. (sa/ms/nor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here