PGN Siapkan Infrastruktur Gas di Ibu Kota Baru

0
39

Jakarta, Expostnews.com – Melalui pengoptimalan produksi gas dalam negeri, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan melayani kebutuhan gas untuk ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Kesiapan dan dukungan PGN ini menyusul rencana pemerintah membangun infrastruktur gas bumi di ibu kota baru tersebut.

“PGN siap membantu pemerintah menyiapkan infrastruktur di ibu kota baru untuk menjadi smart city yang berbasis pada energi bersih gas bumi,” kata Direktur Utama (Dirut) PGN, Gigih Prakoso, Sabtu (28/9/2019).

Dengan pengalaman PGN dalam membangun dan mengelola proyek Jaringan Gas (Jargas), kata Gigih, pemanfaatan gas bumi di ibu kota baru akan jauh lebih efisien. “Sekaligus, menciptakan lingkungan yang lebih bersih,” jelasnya.

Menurutnya, proyek jargas yang selama ini dikelola dan dijalankan PGN, terbukti efektif mengurangi biaya energi rumah tangga, sekaligus ramah lingkungan. Selain lebih efisien, gas bumi tersebut juga ramah lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. “Pembangunan gas kota diproyeksi akan menciptakan penghematan LPG sebesar Rp157,8 miliar per tahun,” urai Gigih.

Dengan efisiensi sebesar itu, lanjut Gigih, bisa membuat penghematan pengeluaran masyarakat sebesar Rp386 miliar/tahun. Efeknya, pemerintah bisa mengurangi impor LPG sebesar 320.222 ribu ton/tahunnya dan pengurangan deficit neraca perdagangan migas yang mencapai Rp1,4 triliun/tahun.

“PGN juga terus mengembangkan infrastruktur distribusi baru di beberapa daerah yang mulai tumbuh sektor industrinya, seperti di wilayah Kendal, Semarang dan Ungaran,” tambah Gigih dibarengi komitmen PGN untuk mendukung penguatan industri petrokimia melalui penyediaan gas bumi.

Dijelaskan, pasokan gas ke wilayah Jawa Tengah ini akan berasal dari Blok Jambaran Tiung Biru di Bojonegoro, Jawa Timur. Untuk mengirimkan gas dari blok tersebut, PGN melalui anak usahanya Pertagas, sedang dalam penyelesaian pipa transmisi sepanjang 267 km dari Gresik-Semarang.

“Kami percaya bahwa pemanfaatan gas bumi akan mendorong daya saing sektor industri kita. Karena itulah pembangunan infrastruktur akan tetap menjadi komitmen PGN dalam jangka panjang,” yakinnya pada Kegiatan Pembukaan Hilir Migas Expo 2019 di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Lebih jauh dipaparkan, pembangunan infrastruktur gas bumi ibarat sebuah perlombaan maraton yang memiliki durasi jangka panjang, sehingga membutuhkan daya tahan kuat. Itu sebabnya, PGN terus mengembangkan berbagai strategi agar pembangunan infrastruktur gas sejalan dengan peningkatan pasokan gas dan penguatan pasar gas bumi.

“Selama lebih dari setengah abad, kami melakukan berbagai inisiatif. Berbagai infrastruktur yang dibangun PGN, meliputi fasilitas terminal dan regasifikasi LNG, pipa transmisi, jaringan distribusi gas bumi, dan SPBG yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia,” jelas Gigih.

Hal ini dilakukan, agar gas bumi dapat dinikmati lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat. Sektor Petrokimia sebagai salah satu usaha strategis, dan termasuk salah satu prioritas pelayanan PGN.

“Cluster Petrokimia di Indonesia Timur adalah salah satu segmen industri yang membutuhkan gas bumi dalam volume besar,” ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di acara yang sama.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini gas bumi telah menjadi aset strategis untuk mendorong produksi dan menguatkan kebangkitan sektor manufaktur. Diungkapkan, gas bumi bukan lagi sebagai komoditas, melainkan harus menjadi alat produksi. “Artinya, alat produksi yang memperkuat sektor industri dan perekonomian nasional,” ingatnya. (sa/fan/ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here