Sediakan Rp 1,2 Miliar, eSports HSL 2018 Dipertandingkan

0
4

Surabaya, Expostnews.com – Semenjak menjadi cabang olahraga ekshibisi Asian Games 2018, eSports sebagai olahraga memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Tingginya antusiasme para gamer menjadi bukti sektor eSports semakin tumbuh subur di wilayah Asia, termasuk di Indonesia.

Kini, eSports mulai dipertandingkan dan pertama kali digelar di Indonesia melalui kegiatan Liga eSports SMA (High School League 2018/HSL). Dengan harapan, gelaran cabang olahraga elektronik ini mampu mencetak generasi atlet dari siswa berbakat di sekolah.

Melalui High School League 2018 ini, sekaligus sebagai wadah meningkatkan skill calon atlet eSports dari bangku pendidikan dan juga mengedukasi perkembangan dunia eSports sebagai pilihan karir di masa depan.

Hanya saja, gelaran liga olahraga elektronik ini, tidak asal-asalan merekrut siswa pendaftar untuk turut berkompetisi. Ini dikarenakan, tuntutan beberapa persyaratan yang memang harus dipenuhi peserta, seperti persyaratan akademik tertentu.

“Visi dan misi kami memang mencari bibit pemain eSport yang memiliki nilai akademik yang baik. Agar ke depan masalah fisik dan otak menjadi nomor satu untuk pengembangan eSports di Indonesia,” kata Gisma Priayuda, Project Creator HSL 2018 saat menggelar jumpa pers di Hotel Santika, Jalan Gubeng Surabaya, Jumat (21/9/2018).

Menurutnya, setiap tim terdiri dari maksimal 10 pemain, yang disertai pendamping dari sekolah. Selanjutnya, masing-masing pendaftar harus mengantongi izin akademis dari sekolah yang bersangkutan untuk bisa mengikuti kompetisi tersebut.

“Karena, kami ingin mencari bibit atlet yang berkualitas secara akademik dan andal dalam segi olahraga eSports,” cetus Melon.

Ia juga berharap, penyelenggaraan HSL 2018 bisa memberi kesempatan sekolah-sekolah di Indonesia untuk membuka ruang didiknya dalam kegiatan eSports menjadi bagian dari mata pelajaran ekstrakurikuler. Selain itu, kegiatan HSL 2018 turut mengedukasi keluarga dan dunia pendidikan Indonesia akan pentingnya optimalisasi pemanfaatan kemajuan teknologi untuk mendukung torehan prestasi dan kompetensi anak di masa depan. “Artinya, fungsi pengawasan dan kontrol terhadap prestasi anak atau siswa tetap optimal,” tambahnya.

Babak kualifikasi liga eSports untuk para pelajar SMA di seluruh Indonesia itu akan digelar pada bulan Oktober sedangkan babak final akan digelar pada bulan Desember. Pendaftaran High School League akan dibuka online mulai 6 September hingga 12 Oktober melalui situs HSL www.ihsl.id.

Sementara, babak kualifikasi Liga eSports untuk para pelajar SMA di seluruh Indonesia ini digelar di 10 iCafe yang bersertifikasi GeForce yang ada di 8 kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Solo, Surabaya, Malang, Medan dan Makassar. Sedangkan, tim yang lolos babak kualifikasi beradu memperebutkan total hadiah sebesar Rp 1,2 miliar.

“Bentuk hadiahnya dirupakan beasiswa, penyediaan kurikulum eSports, biaya subsidi untuk guru pembimbing kegiatan ekstrakurikuler eSports, tentu saja juga untuk mendukung kelengkapan dan perlengkapan eSports di sekolah,” tukas Melon.

HSL 2018 yang terlaksana atas kerja sama JD.ID, Lenovo dan NVIDIA, serta iCafe-iCafe berstandar internasional tersertifikasi GeForce ini mempertandingkan dua permainan, yaitu DOTA 2 dan Mobile Legend. (sa/ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here