Susul Internasional, Pelindo III Siapkan DO Online Domestik

0
20

Surabaya, Expostnews.com – Menyusul hampir 100% sistem pelayanan pengiriman pesan secara elektronik/Delivery Order Online (DO Online) di seluruh terminal peti kemas internasionalnya, kini PT Pelindo III (Persero) melakukan uji coba sistem serupa untuk layanan domestik. Taraf uji coba tersebut dilakukan untuk layanan domestik di Terminal Peti Kemas Banjarmasin (TPKB).

“Dalam waktu dekat akan diimplementasikan ke seluruh terminal untuk pelayaran kapal domestik,” cetus Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo III (Perseor), Doso Agung mengomentari sistem DO Online yang telah diterapkan pemberlakuannya di terminal peti kemas internasional, seperti di Terminal Teluk Lamong (TTL), Terminal Petikemas Surabaya (TPS), dan Terminal Peti Kemas  Semarang (TPKS), Kamis (4/7/2019).

Doso mengatakan, khusus bagi layanan DO Online peti kemas domestik, perusahaan pelayaran akan bisa meng-upload dokumen Delivery Order sebagaimana format yang telah ditentukan melalui aplikasi Anjungan (anjungan.pelindo.co.id). Selanjutnya, sistem akan melakukan validasi kesesuaian antara dokumen excel yang di-upload dengan nomor kontainer yang ditunjuk.

“Saat ini, Pelindo III telah menerapkan pelayanan pengiriman pesan secara elektronik untuk barang impor di seluruh terminal peti kemas yang dikelolanya. Sistem ini diharapkan dapat menurunkan biaya logistik di pelabuhan, dengan meningkatkan kemudahan berbisnis di Indonesia,” urai Doso.

Terkait penerapan DO Online untuk barang impor, Doso mengungkapkan, telah sesuai dengan rujukan yang diatur pemerintah. Ia menyebut, DO Online ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 120 Tahun 2017 tentang Pelayanan Pengiriman Pesan Secara Elektronik (Delivery Order Online/DO Online) terhadap barang Impor di pelabuhan.

“Dengan diterapkannya DO Online, pengguna jasa tidak harus datang ke kantor di pelabuhan untuk melakukan permohonan penerbitan DO Online, apalagi harus mengantre sebelum memperoleh DO Online. Setelah itu, antre lagi untuk dapat mengajukan permohonan barang/peti kemas dan kapal. Hal ini menyebabkan waktu dan biaya operasional tidak efektif,” ulasnya.

Melalui sistem DO Online tersebut, lanjut Doso, proses layanan pengeluaran peti kemas dari terminal menjadi lebih lancar, karena verifikasi dokumen dilakukan secara otomatis. Selain itu, keamanan atas data juga terjamin dari pemalsuan. “Karena, dokumen DO di-entry langsung oleh perusahaan pelayaran sebagai pihak yang bertanggung jawab mengeluarkan dokumen DO,” urai Doso.

Ditambahkan, sistem DO Online ini mampu menyederhanakan prosedur pelayanan menjadi lebih cepat dan murah, sehingga mampu menurunkan biaya logistik di pelabuhan. Namun diakui, penerapan sistem ini memang tidak mudah, karena tidak semua perusahaan pelayaran memiliki tenaga IT khusus untuk menerapkannya.

“Pelindo III berkomitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan dengan cara berusaha mempermudah perusahaan pelayaran melalui mekanisme upload dokumen excel via website Anjungan Pelindo III,” katanya.

Selain mudah, efisiensi biaya operasional dari sistem DO Online ini bisa ditekan antara 20%-30%, sehingga dapat dirasakan langsung pengguna jasa. Harapannya, pelayanan akan semakin mudah dan aman bagi seluruh stakeholder jasa kepalabuhanan. “Kami dukung seratus persen, sebab sistem DO online praktis dan sangat efektif. Karena, hemat tenaga dan biaya. Apalagi, kalau bisa memang online ini terintegrasi dengan shipping lines dan custom serta governance agency yang lain,” harap Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) Jawa Timur Hengky Pratoko terpisah.

Hal senada juga disampaikan pelaku EMKL/forwarding dari PT Internusa Hasta Buana, Husni. Menurutnya, sejak  diberlakukan DO online, kegiatan proses release container di pelabuhan dari kawasan lini 1 lebih  mudah dan tidak perlu orang operasional mendatangi kantor pelabuhan lagi.

“Sebelumnya, diperlukan banyak karyawan yang melakukan pencetakan EIR. Tapi, dengan DO Online sangat menekan cost atau biaya logistik. Hanya saja masih  ada  kelemahan, jika server down. Perlu ada alternatif apabila ada kendala server down,” ujarnya. (ms/sa/pel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here