Tahapan Serah Terima Graha Golf Intiland Dimulai

0
13

Surabaya, Expostnews.com – Seiring telah dilakukannya penutupan lantai atap atau topping off untuk tower 1 dan tower 2 pada akhir 2018 lalu, proyek apartemen Graha Golf, kini memasuki tahap finishing. Bahkan, secara bertahap, di akhir tahun ini, proyek high-rise yang digarap PT lntiland Development Tbk ini mulai proses serah terima.

“Sekaligus, kami menunggu kondisi pasar, yang kemudian dilanjutkan penjualan dan pembangunan tower 3 dan 4 Graha Golf,” tukas Marketing Director PT Intiland Grande, Harto Laksono, Rabu (29/5/2019).

Dijelaskan, pada tahap awal, dua tower Graha Golf setinggi 23 lantai menempati lahan seluas 7.500 meter persegi. Masing-masing tower memiliki 91 unit dengan dua tipe. “Yaitu tiga kamar tidur dan empat kamar tidur dengan luas bangunan mulai 122 hingga 138 meter persegi,” ulas Harto.

Selain itu, Graha Golf juga dilengkapi fasilitas, seperti ritel pendukung, kolam renang, fitness dan ruang yoga, termasuk empat bermain anak, serta taman tematik. Menurutnya, rata-rata pembeli unit di Graha Golf adalah end user atau pembeli langsung.

“Dengan selesainya tahapan pembangunan konstruksi, harga Graha Golf juga terus naik. Kalau awal-awal penjualan, harga yang ditawarkan Rp 30 juta per meter persegi. Tapi, sekarang sudah naik sekitar Rp 39 jutaan per meter persegi,” ungkapnya di sela buka puasa bersama, Selasa (28/5/2019).

Lebih jauh dijelaskan, Intiland sangat optimis pasar properti membaik di tahun 2019. Proyek hunian landed house dan high-rise di Surabaya masih menjadi andalan, baik proyek yang sudah berjalan ataupun pengembangan dari proyek yang sudah ada. “Untuk landed house, kami mengandalkan proyek Graha Natura,” kata Harto.

Mengapa demikian? Harto mengatakan, Graha Natura memiliki konsep yang konsern terhadap desain maupun lingkungan hijau di Surabaya Barat. Sedangkan, hunian high-rise, perseroan mengandalkan proyek eksisting. “Yaitu Graha Golf dan The Rosebay,” jelasnya.

Harto juga memaparkan, proyek The Rosebay yang juga memasuki tahap finishing ini, telah dibangun show unit untuk tipe 2 bedroom seluas 75 meter persegi. Ia mengaku, ukuran tipe yang banyak diminati keluarga muda itu tidak jauh beda dengan Graha Golf. “Tapi, segmennya lebih ke menengah, dengan harga penawaran Rp 2 miliar,” ingat Harto.

The Rosebay ini merupakan proyek hunian berkonsep low rise residential dengan kepadatan hunian rendah (low density). Model hunian ini terdiri dari tujuh blok hunian dengan ketinggian bervariasi. “Mulai dari empat hingga delapan lantai,” katanya.

Bagaimana dengan landed house? Marketing Manager PT Intiland Grande Edison Tan mengungkapkan, pihaknya masih mengandalkan penjualan Graha Natura. Perumahan asri ini menawarkan sejumlah cluster, seperti Gravillea dan Acacia. “Dari total 45 unit yang ditawarkan, Gravillea sudah terjual 50 persen yang didominasi tipe 8×25 meter persegi. Harganya, mulai dari Rp 3,5 miliar,” ulas Edison.

Untuk cluser Acacia, lanjut Edison, memiliki luas 6×15 meter persegi dengan dua lantai. Dari total 20 unit, tipe ini sudah terjual sebanyak 15 unit dengan harga yang ditawarkan berkisar Rp 2 miliar. “Minat konsumen lebih banyak di harga Rp 1,7 miliar hingga Rp 2 miliar,” urainya. (sa/ms/ep9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here