TPS Konversi Panas Matahari

0
18

Surabaya, Expostnews.com – Komitmen Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap penggunaan energi ramah lingkungan, seperti listrik bukan sekadar isapan jempol. Kepedulian ini dibuktikan dengan pemasangan komponen pengonversi panas matahari menjadi listrik untuk dialirkan di dua titik yang sudah ditentukan.

“Listrik dari Solar Panel yang kami pasang ini untuk mengalirkan listrik di atap parkiran mobil yang ada di depan gedung lama, dan di atas sub station di sebelah kanan gedung baru,” tutur Kahumas TPS, Muchammad Soleh, Rabu (24/7/2019).

Menurutnya, listrik yang dihasilkan dari dua titik tersebut mampu mengalirkan daya yang terbagi untuk beberapa keperluan pendukung operasional TPS, di antaranya untuk charger baterai forklift sebesar 8,1 kilowatt-peak (kWp), dan untuk listrik di parkiran mobil gedung lama sebesar 200 Wp.

“Energi alternatif yang dihasilkan dari pemasangan Solar Panel ini juga dialirkan untuk area Shuttle bus dermaga, dengan daya 100 Wp. Termasuk di depan Sub Station no. 3 dermaga dialiri daya 50 Wp,” urai Soleh.

Bukan hanya itu, kata Soleh, listrik yang dihasilkan tersebut juga dipergunakan untuk warning light sebesar 2 x 50 Wp. Kemudian, untuk penggunaan penerangan jalan umum, TPS membagi listrik Solar Panel sebesar 100 x 9 Wp. “Dengan memperbanyak Solar Panel, maka TPS turut berkontribusi mengurangi pemakaian listrik dengan menggunakan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan,” ulas Soleh.

Dijelaskan, kepedulian dan kesadaran TPS untuk melakukan diet listrik ini dilatarbelakangi fakta, bahwa listrik merupakan elemen vital bagi setiap orang, dan setiap kegiatan, seperti di instansi maupun perusahaan. Seiring dengan bertambahnya industri, kebutuhan listrik pun semakin meningkat. “Padahal, 90 persen pembangkit listrik berasal dari fosil batu bara yang merupakan energi tak terbarukan,” jelasnya.

Berdasar fakta tersebut, TPS menganggap, penggunaan listrik alternatif sangat penting untuk menggantikan energi fosil dalam kegiatan operasionalnya. Alasannya, daya dari Solar Panel tidak memunculkan emisi zat rumah kaca, tidak seperti ketika menggunakan listrik berbahan bakar fosil.

“Solar panel merupakan alat pengkonversi panas matahari menjadi tenaga listrik. Panas matahari itu ditangkap panel lalu diolah dengan teknologi photovoltaic untuk diubah menjadi energi listrik, tanpa harus menggunakan bahan bakar fosil,” ujarnya. (sa/ms/hum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here